Dalam kesempatan itu, Moch Choirul Anam tidak hanya memberikan motivasi dan testimoni kepada para peserta SKN, tetapi juga menerima secara simbolis buku Sang Surya untuk Indonesia dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Penyerahan buku tersebut menjadi simbol komitmen kader Muhammadiyah untuk terus menyalakan semangat kepemimpinan pencerahan di berbagai bidang kehidupan.
Dalam sesi motivasi dan testimoni, Moch Choirul Anam berbagi perjalanan hidupnya yang penuh inspirasi. Ia memulai kariernya sebagai guru di MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem Bojonegoro, lalu dipercaya menjadi kepala sekolah, sebelum akhirnya menapaki dunia kepemimpinan publik.
“Saya lahir dan tumbuh bersama Muhammadiyah. Dari guru, kepala sekolah, hingga kini menjadi anggota DPRD, semua saya jalani dengan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai kompas moral,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah takut dengan embel-embel Muhammadiyah. Sebaliknya, identitas itu menjadi sumber semangat dan kekuatan moral untuk terus berbuat bagi masyarakat.
“Jangan pernah takut dicap Muhammadiyah. Justru itu kehormatan. Karena Muhammadiyah mengajarkan kita bekerja ikhlas, berpikir maju, dan berbuat nyata,” ujarnya.
Dari Muhammadiyah untuk Indonesia
Melalui kisahnya, Moch Choirul Anam berharap para peserta SKN termotivasi untuk terus berjuang di berbagai bidang, membawa nama baik Muhammadiyah dengan penuh kebanggaan dan dedikasi.
“Mulailah dari mana pun kalian berada. Jadilah guru, aktivis, atau pemimpin yang membawa semangat Sang Surya—menyinari, bukan membakar. Dari Muhammadiyah, untuk Indonesia,” pungkasnya.

