Kedungademmu.id Di sela pelaksanaan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (STIKES Maboro) Tahun 2026 turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui sektor pendidikan nonformal. Salah satu wujud nyata tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Bimbingan Belajar (Bimbel) AKAMSI (Akademi Anak Muda Sumberagung Inovatif) yang digelar pada Sabtu malam,(17/1/2026), di Desa Sumberagung.

Kegiatan yang berlangsung selepas salat Magrib itu menghadirkan suasana belajar yang hangat dan penuh makna. Program AKAMSI dirancang sebagai ruang literasi dan pendampingan belajar bagi anak-anak desa, sekaligus menjadi alternatif kegiatan positif di tengah maraknya penggunaan gawai pada usia dini.

Sebanyak enam anak usia sekolah mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias, terdiri atas lima siswi dan satu siswa. Meski jumlah peserta relatif terbatas, proses pembelajaran berlangsung efektif dan interaktif. Mahasiswa KKN STIKES Maboro berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping belajar yang membangun kedekatan emosional layaknya kakak asuh.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa belajar bersama sebagai bentuk penanaman nilai religius dan pembentukan kesiapan mental sebelum menerima materi. Pada pertemuan perdana ini, mahasiswa memfokuskan pembelajaran pada pengembangan kreativitas melalui kegiatan mewarnai. Aktivitas tersebut bertujuan untuk melatih motorik halus sekaligus menumbuhkan daya imajinasi anak-anak.

Selain itu, mahasiswa KKN juga membuka sesi pendampingan pengerjaan pekerjaan rumah (PR) sekolah. Dalam sesi ini, mahasiswa dengan sabar memberikan penjelasan terhadap materi pelajaran yang belum dipahami, sehingga anak-anak merasa lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas akademik mereka.

Kehadiran Bimbel AKAMSI menjadi jawaban atas kebutuhan akan kegiatan edukatif di malam hari. Di tengah kecenderungan anak-anak menghabiskan waktu dengan gawai, bimbingan belajar ini mampu mengalihkan perhatian mereka ke aktivitas yang lebih produktif, edukatif, dan bersifat sosial.

 Antusiasme peserta terlihat dari ketertarikan mereka pada buku, kertas gambar, dan krayon, yang mampu menyaingi daya tarik layar ponsel.

Meski berjalan lancar, pelaksanaan kegiatan ini tetap menjadi bahan evaluasi bagi tim KKN. Salah satunya adalah keterlambatan dimulainya kegiatan sekitar tujuh menit karena menyesuaikan jadwal mengaji anak-anak di musala. Selain itu, tim juga mencatat perlunya penguatan administrasi, seperti pencatatan daftar hadir peserta. Kendati demikian, penyesuaian waktu tersebut mencerminkan sikap humanis mahasiswa yang menghargai tradisi dan rutinitas keagamaan masyarakat setempat.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan doa penutup sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara. Suasana kebersamaan yang terjalin menjadi awal tumbuhnya ikatan emosional antara mahasiswa dan anak-anak Desa Sumberagung.

Melalui program Bimbel AKAMSI, mahasiswa KKN STIKES Maboro Tahun 2026 menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Diharapkan, semangat belajar yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masa depan anak-anak Desa Sumberagung.