Mahasiswa PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro melaksanakan kegiatan bercerita dalam rangka implementasi Program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) di PAUD Aisyiyah Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro (Istimewa/kedungademmu.id)

Kedungademmu.id
 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro mengimplementasikan Program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) melalui kegiatan bercerita di PAUD Aisyiyah Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/1/2026).

Program G7KAIH merupakan gerakan nasional yang mengajak anak-anak Indonesia membiasakan tujuh perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Program ini menyasar anak usia dini sebagai fondasi utama pembentukan karakter sejak dini.

Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro mengemas pengenalan G7KAIH dengan metode yang edukatif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Salah satu metode yang digunakan adalah kegiatan bercerita secara interaktif.

Mahasiswa PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Lilin Nurlailina, membacakan buku cerita berjudul “Selalu Ada Doa”, yang merupakan salah satu seri buku cerita 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dalam suasana penuh antusias, Lilin mengajak anak-anak terlibat aktif mengikuti alur cerita.

Kemanakah perginya Pak Tama dan anak-anak?” tanya Lilin kepada peserta didik. Dengan penuh semangat, anak-anak serempak menjawab, “Pak Tama dan anak-anak pergi ke Taman Mini mengantar Li Na untuk beribadah.”

Kegiatan bercerita kemudian dilanjutkan dengan bernyanyi dan bertepuk bersama melalui Lagu 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dipimpin oleh mahasiswa PIAUD lainnya, Sarah Azizah. Suasana pembelajaran berlangsung ceria dan interaktif, sehingga anak-anak tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kepala TK Aisyiyah Kapas Bojonegoro, Umi Nasyiyatul Mujadidah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya sebagai lokasi PPL mahasiswa PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro.

Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan PPL di sekolah kami, anak-anak menjadi lebih antusias karena hadirnya ibu guru baru. Kami berharap berbagai inovasi pembelajaran dari mahasiswa PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro dapat terus dikembangkan di PAUD,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala KB Aisyiyah Kapas Bojonegoro, Fatonah, juga mengapresiasi metode dan media pembelajaran yang diterapkan mahasiswa. Kami mengucapkan terima kasih atas pembelajaran yang telah diberikan kepada anak didik kami. Berbagai media dan metode yang diimplementasikan hari ini sangat menginspirasi kami sebagai pendidik di KB Aisyiyah Kapas,” tuturnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing PPL, Rizka Aisyah, menjelaskan bahwa kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi calon guru. PPL dirancang untuk melatih mahasiswa agar memiliki kemampuan keguruan yang utuh dan terintegrasi. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan teori pembelajaran, evaluasi, serta pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia dini secara nyata di lapangan,” paparnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro tidak hanya memperoleh pengalaman praktik mengajar, tetapi juga turut berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai kebiasaan positif bagi anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa