Kajian kali ini menghadirkan H. Sholikin Jamik, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia mengulas empat syarat utama wanita untuk meraih surga Allah Swt.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Ketika ia menjaga salat, menaati Allah dan Rasul-Nya, menjaga kehormatan diri, serta berbakti kepada suami dan keluarga, maka pintu-pintu surga akan terbuka lebar baginya,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa materi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ilmu harus melahirkan perubahan sikap. Itulah yang kita harapkan dari kajian seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCA Balen, Jami’atul Maftuhah, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para anggota yang tetap hadir meski cuaca kurang bersahabat. “Saya sangat terharu melihat kekompakan dan semangat ibu-ibu ‘Aisyiyah. Hujan tidak menyurutkan langkah mereka untuk hadir dalam majelis ilmu,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kelanjutan Program MAPAK (Emak-Emak Berdampak) di lingkungan PCA Balen. “Program MAPAK ini kami rancang agar para ibu tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi keluarga dan masyarakat. Insyaallah akan segera kami realisasikan di seluruh ranting,” katanya.
Tidak hanya pembinaan rohani, kegiatan ini juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Klinik Pratama Muhammadiyah Balen. Pemeriksaan meliputi cek tekanan darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah, yang dilayani langsung oleh Dokter Laili Liutammima.
Menurut Dokter Laili, layanan ini merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap kesehatan masyarakat. “Banyak penyakit tidak bergejala di awal. Dengan pemeriksaan rutin seperti ini, kita bisa mendeteksi lebih dini dan mencegah kondisi yang lebih serius,” jelasnya.
Salah seorang peserta, Siti Aminah, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan tersebut. “Kami jadi bisa tahu kondisi tubuh kami. Sekaligus mendapatkan siraman rohani, ini sangat bermanfaat,” tuturnya.
Melalui perpaduan kajian keagamaan dan pelayanan kesehatan, PCA Balen berharap kegiatan Ahad Pon ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan keimanan, tetapi juga memperkuat kesadaran hidup sehat. Dengan demikian, ‘Aisyiyah semakin mampu menjalankan perannya sebagai gerakan perempuan Islam yang berkemajuan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

