![]() |
| Mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro sedang berfoto bersama dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumberagung, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro |
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumberagung, H. Rifa’i, mengajak para mahasiswa KKN untuk benar-benar menyatu dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di desa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan juga sebagai bagian dari upaya bersama membangun desa.
“Mahasiswa KKN adalah agen perubahan. Jangan hanya datang sebagai tamu, tetapi jadilah bagian dari masyarakat Sumberagung. Berbaurlah, saling membantu, dan berikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga,” ujar H. Rifa’i.
Ia juga berharap para mahasiswa mampu memberikan gagasan dan terobosan yang dapat mendorong peningkatan Indeks Desa sebagai salah satu indikator kemajuan pembangunan. Menurutnya, Sumberagung memiliki potensi besar yang masih bisa dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan kalangan akademisi.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Aulia Singa Zanki, menyampaikan pesan inspiratif kepada para mahasiswa. Ia mengibaratkan mahasiswa sebagai burung yang baru keluar dari kandang, namun harus tetap jinak dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
“Kalian harus mampu berbaur, belajar dari masyarakat, sekaligus memberi manfaat. Salah satu tugas penting KKN adalah membantu meningkatkan nilai indeks desa sebagai ukuran kemajuan pembangunan,” katanya.
Aulia menambahkan, meskipun masa KKN hanya berlangsung selama satu bulan, mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak nyata. Mereka tidak hanya melaksanakan program kerja formal, tetapi juga dituntut peka terhadap persoalan di lapangan dan mampu menawarkan solusi kreatif.
Acara pembukaan yang dihadiri sekitar 56 tamu undangan itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dukungan dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu PKK menjadi modal penting bagi kelancaran pelaksanaan KKN di Desa Sumberagung.
Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan menggelar berbagai kegiatan, mulai dari edukasi pola hidup sehat, pengelolaan sampah, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan pengembangan produk lokal. Mereka juga akan memberikan penyuluhan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung layanan publik dan penguatan ekonomi desa.
“Semoga ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara nyata di masyarakat. Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN ini menjadi bagian dari langkah Sumberagung menuju desa yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Aulia.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan warga, Desa Sumberagung diharapkan semakin berkembang, inovatif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya melalui partisipasi aktif generasi muda.

