![]() |
| Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro berfoto bersama dengan para Pendidik SDN 1 Banjarsari, Kecamatan Trucuk Bojonegoro (Istimewa/kedungademmu.id) |
Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 1 Banjarsari, Sunarti, menilai kehadiran mahasiswa PPL membawa warna baru dalam proses pembelajaran, khususnya dalam membentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan tantangan zaman. “Mahasiswa PPL tidak hanya membantu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menghadirkan pendekatan kreatif yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta etika digital sejak dini. Hal ini sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak saat ini,” ujarnya.
Ketua Kelompok PPL, Muhammad Reza Alfanani, menjelaskan bahwa program kerja disusun berdasarkan kebutuhan sekolah dan peserta didik. Selain menanamkan karakter melalui pembiasaan positif dan pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa juga mengenalkan konsep dasar kecerdasan artifisial dengan bahasa sederhana. “Kami tidak mengajarkan teknologi yang rumit, tetapi memperkenalkan cara berpikir kritis, kreatif, dan bijak dalam menggunakan teknologi. Anak-anak diajak memahami bahwa AI adalah alat bantu yang harus digunakan secara bertanggung jawab,” jelasnya.
Pengenalan AI dilakukan melalui media pembelajaran interaktif, simulasi sederhana, serta diskusi ringan yang disesuaikan dengan jenjang sekolah dasar. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan literasi digital sejak dini tanpa mengabaikan nilai karakter dan kearifan lokal.
Dosen Pembimbing PPL, M. Rondi, menegaskan bahwa integrasi pendidikan karakter dan literasi kecerdasan artifisial merupakan bagian dari visi pendidikan masa depan. Menurutnya, sekolah dasar menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “PPL ini menjadi ruang belajar bersama. Mahasiswa belajar dari praktik nyata di sekolah, sementara sekolah memperoleh dukungan gagasan serta inovasi pembelajaran. Sinergi ini penting untuk menyiapkan generasi yang humanis sekaligus melek teknologi,” katanya.
Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti pendampingan literasi, penguatan numerasi, kegiatan keagamaan, hingga ekstrakurikuler. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi sekolah serta menjadi bekal profesional bagi mahasiswa calon pendidik.
Kegiatan ini menjadi contoh praktik baik dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dan literasi teknologi di tingkat sekolah dasar, sebagai langkah menyiapkan generasi masa depan yang berintegritas dan siap menghadapi perkembangan zaman.

