Kedungademmu.id— Sebagai wujud nyata implementasi ilmu kesehatan di tengah masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (STIKES Maboro) menginisiasi program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander. Kegiatan ini dilaksanakan pada (13–15/1/2026), dengan tujuan memperkuat akses layanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat di setiap siklus kehidupan.
Program pengabdian masyarakat tersebut dipusatkan di dua lokasi strategis, yakni Posyandu Dusun Glonggong dan Posyandu Dusun Parengan. Kehadiran mahasiswa KKN disambut antusias oleh warga. Tercatat sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan di Posyandu Glonggong dan 60 peserta di Dusun Parengan. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, remaja, ibu hamil, hingga lanjut usia (lansia).
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi serta pemeriksaan antropometri secara komprehensif. Mahasiswa dari Program Studi Administrasi Rumah Sakit (ARS) dan Gizi (GZ) berkolaborasi melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, serta lingkar pinggang sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan edukasi gizi dan demonstrasi memasak menu sehat berbasis pangan lokal. Edukasi diberikan secara terarah kepada tiga kelompok sasaran utama. Pada kelompok balita, mahasiswa menekankan pentingnya asupan protein hewani melalui pemanfaatan ikan lele sebagai alternatif terjangkau untuk mencegah stunting.
Sementara itu, kepada ibu hamil, materi edukasi difokuskan pada pencegahan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia melalui konsumsi olahan daging ayam yang kaya asam folat dan zat besi. Adapun bagi kelompok remaja dan Wanita Usia Subur (WUS), edukasi diarahkan pada penerapan pola makan seimbang guna mencegah anemia kronis yang berdampak pada kesehatan reproduksi di masa mendatang.
Selain itu, mahasiswa KKN STIKES Maboro juga menyediakan layanan skrining kesehatan gratis bagi kelompok lansia. Pemeriksaan meliputi pengecekan kadar gula darah dan asam urat. Tidak hanya pemeriksaan fisik, para lansia juga mendapatkan layanan konsultasi personal terkait penerapan gaya hidup sehat agar mampu memantau kondisi kesehatannya secara mandiri.
Melalui kegiatan Integrasi Layanan Primer ini, mahasiswa KKN berharap program yang telah dilaksanakan dapat diadaptasi dan dilanjutkan oleh kader posyandu setempat. Sinergi antara akademisi dan masyarakat Desa Sumberagung diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

