![]() |
| Berfoto bersama setelah selesainya Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi bersama Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) (Dewi Sartika/kedungademmu.id) |
Rapimda ini merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti oleh jajaran pengurus PDPM Kota Malang serta perwakilan PCPM se-Kota Malang, meliputi Cabang Lowokwaru, Blimbing, Kedungkandang, dan Sukun. Mengusung tema “Menuju Pemuda Muhammadiyah yang Inklusif dan Transformatif”, Rapimda 2025 menjadi momentum evaluasi dan perencanaan program kerja organisasi.
Ketua PDPM Kota Malang periode 2023–2027, Ahmad Subhan, menjelaskan bahwa Rapimda bertujuan untuk mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya sekaligus merancang arah program Pemuda Muhammadiyah pada tahun 2025. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana konsolidasi dengan PCPM sebagai penguatan struktur organisasi di tingkat cabang dan ranting.
“Melalui Rapimda ini, kami berharap dapat melakukan perbaikan dan penguatan program agar ke depan mampu memberikan dampak nyata, baik bagi internal Pemuda Muhammadiyah maupun masyarakat secara luas. Penguatan cabang dan ranting menjadi perhatian utama, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” ujar Ahmad Subhan.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 35 peserta yang terdiri atas unsur PDPM Kota Malang serta perwakilan masing-masing cabang, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara. Dalam sambutannya, Ahmad Subhan menyebut Rapimda sebagai ruang evaluasi kolektif, pertukaran gagasan, serta penguatan sinergi program, baik internal organisasi maupun kolaborasi eksternal.
Dalam forum tersebut, setiap PCPM memaparkan capaian kegiatan yang telah dilaksanakan serta rencana program kerja ke depan. Selain itu, Rapimda juga membahas pendataan kondisi riil Pengurus Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) di Kota Malang sebagai dasar penyusunan program penguatan cabang dan ranting.
Usai mendengarkan paparan dari seluruh cabang, Ahmad Subhan menegaskan pentingnya mencari solusi bersama atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Ia juga menyampaikan bahwa program pendampingan cabang dan ranting akan dimaksimalkan pada tahun 2025.
“Pendampingan sebenarnya sudah dirintis sejak tahun lalu, namun belum berjalan optimal. Tahun ini akan kami perkuat dengan target seluruh kelurahan memiliki PRPM. Pendampingan ini menjadi sarana komunikasi agar pembinaan ranting lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

