![]() |
| Foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan wisuda sekolah lansia berdaya (Istimewa/kedungademmu.id) |
Kegiatan yang mengusung tema “Berdedikasi Wujudkan Lansia Sehat, Mandiri, dan Bermartabat” ini diikuti sekitar 400 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 366 peserta diwisuda, yang berasal dari 16 desa di 8 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, peserta lainnya merupakan tamu undangan yang terdiri atas unsur Forkopimda, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, jajaran organisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bojonegoro, organisasi otonom Muhammadiyah, serta para narasumber yang selama ini berkolaborasi dalam program Sekolah Lansia Berdaya.
Sekolah Lansia Berdaya merupakan program unggulan PDA Bojonegoro yang dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Program ini bertujuan untuk memberdayakan lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat melalui edukasi kesehatan, gizi, aktivitas fisik, serta peningkatan kualitas hidup. Program SLB dilaksanakan secara berjenjang, mulai tingkat dasar hingga madya, dan telah tersebar di berbagai wilayah Bojonegoro.
Rangkaian acara diawali dengan pra acara berupa penampilan anak-anak TK, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars ‘Aisyiyah. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, H. Suwito
Senior Program Inklusi PDA Bojonegoro, Siti Nurhayati, menyampaikan "bahwa Sekolah lansia Berdaya merupakan bagian dari program inklusi PDA Bojonegoro, wisuda kali ini merupakan wisuda kedua, setelah sebelumnya pertama kali dilaksanakan pada tahun 2024. “Pada tahun ini terdapat 366 peserta wisuda yang tersebar di 16 desa dan 8 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan pemanggilan nama peserta satu per satu untuk naik ke panggung. Para wisudawan menerima apresiasi dari Wakil Ketua PDA Bojonegoro, Siti Nurhidayati, dilanjutkan pemindahan kuncir topi oleh Ketua PDA Bojonegoro, Zulliyatin Lailiyah, serta penyerahan sertifikat kelulusan oleh Senior Program Inklusi Siti Nurhayati.
Perwakilan peserta wisuda, Katriati, dari Desa Kapas, dalam penyampaian kesan dan pesan mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Sekolah Lansia Berdaya. "Program ini mampu membangkitkan semangat lansia untuk tetap aktif, memiliki kesibukan, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari".Ungkapnya.
Ketua PDA Bojonegoro, Zulliyatin Lailiyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pengajar, Forkopimda, serta para narasumber yang telah berkontribusi menyukseskan program ini. Ia menegaskan bahwa Sekolah Lansia Berdaya selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. “Ini merupakan wujud komitmen ‘Aisyiyah dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, dengan merangkul seluruh lapisan hingga pelosok desa demi terwujudnya Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Bendahara PWA Jawa Timur, Noer Haidah, yang menilai PDA Bojonegoro berhasil menyelenggarakan Wisuda Sekolah Lansia Berdaya dengan sukses dan penuh makna.
Sambutan sekaligus paparan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro, A. Hernowo Wahyutomo, yang mewakili Wakil Bupati Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa program lansia menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan visi mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.
Kegiatan Wisuda Sekolah Lansia Berdaya ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara.

