Foto bersama santri dan ustaz pengajar (Dewi Sartika/kedungademmu.id)

Kedungademmu.id Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Masjid Al-Islah yang berada di bawah naungan Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kembali menggelar kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan Angkatan ke-3 pada Minggu (11/1/2026). 

Kegiatan ini diikuti santri program Tartil, Tahfidz Juz 30 dan 29, serta Turjuman Level 6.
Acara yang berlangsung di Gedung TPQ Al-Islah tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri sekitar 50 tamu undangan yang terdiri atas pengurus PRM, wali santri, serta para donatur. 

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, dilanjutkan prosesi wisuda mengaji serta penampilan para santri yang memperdengarkan hafalan surat-surat pendek.
Sebanyak sepuluh santri resmi diwisuda setelah dinyatakan lulus pra-munaqasyah dan munaqasyah. Pengawas TPQ Al-Islah, Anang Widodo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh ustaz dan ustazah yang telah bekerja keras membina santri hingga mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik.

Terima kasih kepada seluruh pengajar yang telah menjalankan amanah dan memenuhi pakta integritas sebagai pendidik. Kami berharap, ke depan kegiatan imtihan ini tidak hanya meningkat kualitasnya, tetapi juga jumlah santri yang diwisuda semakin bertambah,” ujarnya.

Prosesi imtihan dipandu oleh Ahmad Mahrus, trainer Metode UMMI Malang. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa imtihan bertujuan sebagai wujud syukur atas keberhasilan santri sekaligus laporan terbuka kepada wali santri mengenai hasil pembelajaran Al-Qur’an.

Ia juga menjelaskan makna pin berwarna yang dikenakan para wisudawan. Warna kuning menunjukkan program tartil, hijau untuk tartil dan tahfidz Juz 30, merah muda untuk tahfidz Juz 30 dan turjuman, serta ungu untuk tahfidz Juz 29 dan turjuman.

Satu per satu santri kemudian diuji, mulai dari hafalan surat-surat Al-Qur’an, hukum tajwid, hingga pemahaman turjuman. Seluruh wisudawan yang semuanya merupakan santri putri tersebut mampu menjawab pertanyaan dengan lancar dan percaya diri.

Dalam sesi turjuman, Ahmad Mahrus menekankan bahwa turjuman bukan sekadar menerjemahkan, tetapi memahami dan mengamalkan Al-Qur’an. Turjuman memiliki lima misi utama, yakni menjaga tartil, menguatkan pemahaman makna, memahami kata per kata, memahami intisari ayat, serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Para wali santri juga diberi kesempatan menguji langsung kemampuan anak-anak mereka. Berbagai pertanyaan terkait gharib, tajwid, tahfidz, dan turjuman diajukan, dan para santri dapat menjawab dengan baik, menandakan hasil pembelajaran yang memuaskan.

Menutup rangkaian imtihan, Ahmad Mahrus berpesan agar para wisudawan senantiasa menjaga salat lima waktu, istiqamah membaca Al-Qur’an setiap hari, serta berbakti kepada kedua orang tua.

Sementara itu, Firman Mulyadi, Ketua PRM Bumiayu, menyampaikan bahwa TPQ Al-Islah saat ini telah menjadi TPQ percontohan Metode UMMI di Kecamatan Kedungkandang.

“Ini merupakan amanah dan kebanggaan bagi kami. Semoga TPQ Al-Islah terus melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya wisuda angkatan ke-3 ini, TPQ Al-Islah semakin meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang konsisten mencetak generasi cinta Al-Qur’an di Kota Malang.