Kedungademmu.id—Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Umsida Entre Vibes Vol. 1 sebagai upaya mendorong penguatan inovasi dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Nyai Walidah, Gedung GKB 7 Lantai 7 Kampus 3 Umsida, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang.
Mengusung tema “Digital Edge n’ Culture, Shaping The Future”, Umsida Entre Vibes dirancang sebagai ruang pengembangan ide usaha berbasis digital yang terintegrasi dengan budaya kewirausahaan.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda, mulai dari seminar nasional, lomba digipreneur, kompetisi produk inovasi, bazar UMKM, hingga layanan konsultasi usaha.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Hidayatulloh, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kewirausahaan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter mahasiswa di perguruan tinggi.
“Kegiatan Umsida Entre Vibes ini menjadi bagian dari transfer of knowledge, transfer of competence, dan transfer of value yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dan masyarakat,” ujar Hidayatulloh.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi muda agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui inovasi dan kewirausahaan.
“Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk berinovasi dan memanfaatkan peluang, terutama di era digital seperti sekarang. Kampus harus hadir sebagai ruang belajar sekaligus ruang praktik,” tambahnya.
Salah satu agenda utama Umsida Entre Vibes adalah Seminar Nasional Digipreneur dan Digital Marketing. Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan pelaku usaha digital yang membagikan pengalaman mengenai pengembangan bisnis berbasis teknologi, strategi pemasaran digital, serta tantangan yang dihadapi wirausaha pemula.
Selain seminar, kegiatan ini juga diramaikan dengan lomba digipreneur dan kompetisi produk inovasi yang diikuti oleh pelajar SMA/SMK dan mahasiswa. Para peserta mempresentasikan ide bisnis dan produk inovatif mereka di hadapan dewan juri.
Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kreativitas, kebermanfaatan produk, serta potensi keberlanjutan usaha.
Ketua Pelaksana Umsida Entre Vibes Vol. 1, Esa Rezki Habibillah, menyampaikan bahwa kompetisi ini dirancang untuk mendorong peserta berani menampilkan gagasan usaha secara terbuka.
Ia menjelaskan bahwa banyak peserta menghadirkan produk inovatif dengan memanfaatkan bahan sederhana, limbah, maupun potensi lokal yang dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Proses presentasi di hadapan juri menjadi pengalaman penting bagi peserta dalam mengasah kemampuan komunikasi dan perencanaan bisnis.” ujar Esa.
Rangkaian kegiatan Umsida Entre Vibes juga dimeriahkan dengan bazar UMKM yang diikuti oleh mahasiswa Umsida dan pelaku usaha lokal. Beragam produk ditampilkan, mulai dari kuliner, fashion, hingga produk kreatif lainnya.
Bazar ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai praktik kewirausahaan, termasuk strategi pemasaran dan interaksi dengan konsumen.
Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan layanan konsultasi usaha gratis bagi peserta. Layanan ini meliputi pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta konsultasi pengembangan usaha. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami aspek legalitas dan pengelolaan usaha secara lebih profesional.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, Umsida Entre Vibes Vol. 1 diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mendukung tumbuhnya ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.



