Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat serta penuh keberkahan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw beserta keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.” (Al-Quran Surah At-Tahrim ayat 6)

Ayat ini menegaskan bahwa tanggung jawab seorang Muslim tidak hanya memperbaiki diri sendiri, tetapi juga menjaga keluarga agar tetap berada di jalan Allah Swt.

Cara Menjaga Keluarga dari Api Neraka

Pertama, menanamkan iman sejak dini.
Ajarkan tauhid, ibadah, serta akhlak mulia kepada anak dan keluarga. Pendidikan agama adalah benteng utama kehidupan.

Menanamkan iman sejak dini merupakan tanggung jawab penting bagi setiap orang tua dan keluarga. Pendidikan iman tidak hanya melalui nasihat, tetapi juga melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Anak yang sejak kecil dibiasakan salat, berdoa, membaca Al-Qur’an, serta melihat contoh akhlak yang baik akan tumbuh dengan fondasi keimanan yang kuat.

Sebagaimana teladan Nabi Muhammad Saw, pendidikan iman dilakukan dengan kasih sayang, kelembutan, dan kesabaran. Dengan cara itu, nilai-nilai agama tidak terasa sebagai paksaan, melainkan menjadi kebutuhan dan kebiasaan dalam kehidupan.

Kedua, memberi teladan yang baik.
Keluarga akan lebih mudah meniru perbuatan daripada sekadar mendengar nasihat. Karena itu, orang tua harus menjadi contoh dalam ibadah dan akhlak.

Memberi teladan yang baik merupakan cara paling efektif dalam mendidik keluarga. Anak dan anggota keluarga lebih mudah meniru perbuatan daripada sekadar mendengar nasihat. Karena itu, orang tua dan orang dewasa hendaknya menunjukkan akhlak mulia, rajin beribadah, jujur, serta santun dalam kehidupan sehari-hari

Allah Swt berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagimu.” (Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 21)

Teladan terbaik tentu Nabi Muhammad Saw yang menunjukkan akhlak mulia dalam keluarga, masyarakat, dan ibadah.

Ketiga, menciptakan suasana rumah yang religius.

Biasakan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berdoa bersama, dan saling menasihati dalam kebaikan.
Keempat, selalu mendoakan keluarga.
Doa orang tua dan anggota keluarga sangat berpengaruh dalam menjaga keimanan dan keteguhan hati.

Menciptakan suasana rumah yang religius sangat penting untuk menjaga keimanan keluarga. Rumah yang dihiasi ibadah, doa, dan akhlak mulia akan membawa ketenangan serta keberkahan bagi penghuninya. 

Allah Swt berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
“Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.”(Al-Quran Surah Thaha: 132)

Nabi Muhammad Saw juga mencontohkan kehidupan keluarga yang penuh ibadah, kasih sayang, dan akhlak baik. Dari keteladanan itulah tercipta rumah yang damai dan diridai Allah.

Penutup 
Hadirin yang dirahmati Allah,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua mampu menjaga diri dan keluarga dari keburukan serta senantiasa menanamkan iman, memberi teladan yang baik, dan menciptakan suasana rumah yang penuh keberkahan.

Semoga Allah Swt menjaga kita dan keluarga dari siksa api neraka, menjadikan keluarga kita sakinah, penuh iman, serta dikumpulkan kelak dalam surga-Nya. Aamiin

Wabillāhit taufīq wal-hidāyah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.