(www.unplash.com)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ramadan sering disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Di bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Karena itu, tidak mengherankan jika suasana Ramadan selalu identik dengan lantunan ayat-ayat suci, tadarus di masjid, dan semangat mengkhatamkan Al-Qur’an.

Namun pertanyaan pentingnya adalah: apakah hubungan kita dengan Al-Qur’an hanya sebatas dibaca, atau sudah sampai pada tahap dipahami dan diamalkan?

Allah Swt. berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (al-Quran Surah al-Baqarah ayat 185)

Ayat ini menegaskan bahwa fungsi utama Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk hidup. Ia bukan sekadar bacaan yang indah didengar, tetapi pedoman yang mengarahkan cara berpikir, bersikap, dan bertindak.

Jamaah sekalian,

Petunjuk berarti arah. Tanpa petunjuk, seseorang mudah tersesat. Dalam kehidupan modern yang penuh dengan informasi, opini, dan godaan, manusia sangat membutuhkan panduan yang jelas dan benar. Al-Qur’an hadir sebagai kompas moral dan spiritual.

Al-Qur’an membimbing kita dalam urusan akidah, ibadah, akhlak, hingga muamalah. Ia mengajarkan kejujuran dalam berdagang, keadilan dalam memimpin, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta kasih sayang dalam kehidupan keluarga. Jika Al-Qur’an benar-benar dijadikan pedoman, maka hidup menjadi lebih terarah.

Sayangnya, tidak sedikit di antara kita yang menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai hiasan rak atau simbol keberkahan rumah. Kita bangga bisa membaca, tetapi belum tentu berusaha memahami maknanya. Padahal yang lebih penting dari sekadar banyaknya bacaan adalah sejauh mana ayat-ayat itu membentuk perilaku kita.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an. Bukan hanya memperbanyak tilawah, tetapi juga memperdalam tadabbur. Membaca dengan hati yang hadir. Mengaitkan ayat dengan kehidupan sehari-hari.

Ketika Al-Qur’an berbicara tentang kejujuran, kita bertanya pada diri sendiri: sudahkah kita jujur dalam pekerjaan? Ketika Al-Qur’an berbicara tentang larangan zalim, kita merenung: apakah kita pernah menyakiti orang lain? Inilah bentuk interaksi yang hidup dengan Al-Qur’an.

Rasulullah Saw sendiri menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam hidupnya. Akhlak beliau adalah cerminan Al-Qur’an. Artinya, Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi diwujudkan dalam sikap nyata.

Jamaah yang berbahagia,

Jika kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik, maka tidak ada jalan lain selain mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Jadikan ia sahabat harian, bukan hanya sahabat Ramadan. Jadikan ia rujukan ketika menghadapi kebingungan, bukan hanya dibuka ketika ada acara tertentu.

Ramadan adalah awal yang baik. Jika selama sebulan ini kita membiasakan diri membaca dan memahami Al-Qur’an setiap hari, maka kebiasaan itu bisa berlanjut setelah Ramadan usai. Inilah salah satu tanda keberhasilan ibadah Ramadan: meningkatnya kedekatan kita dengan kitab suci.

Hadirin sekalian,

Mari kita manfaatkan sisa Ramadan dengan memperbaiki interaksi kita dengan Al-Qur’an. Tidak perlu terburu-buru mengejar jumlah halaman, tetapi utamakan kualitas pemahaman dan pengamalan.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mencintai Al-Qur’an, menjadikannya petunjuk hidup, dan mengamalkan ajarannya dalam seluruh aspek kehidupan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh