Pengurus PCNA Kedungkang berfoto betsama usai rapat pleno evaluasi kinerja dan reshuffle kepengurusan di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang (Istimewa/kedungademmu.id)

Kedungademmu.idPengurus Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kedungkandang, Kota Malang, menggelar rapat pleno dalam rangka evaluasi kinerja sekaligus pergantian kepengurusan (reshuffle). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman bendahara PCNA di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Minggu (8/2/2026), dan diikuti sekitar 14 peserta dari unsur pengurus cabang serta Pengurus Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Malang.

Rapat pleno yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dibuka oleh Novilia Azza mewakili PDNA Kota Malang. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya meluruskan niat dan tujuan dalam berorganisasi di Nasyiatul Aisyiyah agar setiap langkah tetap selaras dengan misi dakwah dan pemberdayaan perempuan muda.

Ketua PCNA Kedungkandang, Bannatul Musfiro, menegaskan kembali komitmen para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Ia menyampaikan bahwa reshuffle dilakukan sebagai tindak lanjut evaluasi kepengurusan periode 2023–2026, mengingat beberapa pengurus sebelumnya dinilai kurang aktif mengikuti kegiatan cabang maupun daerah.

Firo, sapaan akrabnya, berharap pergantian kepengurusan ini mampu menghidupkan kembali program kerja yang telah direncanakan sekaligus menumbuhkan semangat baru di kalangan pengurus.
Semoga dengan reshuffle kepengurusan ini kita tetap solid ke depan. Prinsip kolektif kolegial harus terus dijaga, artinya organisasi dijalankan bersama, bukan hanya ketua, tetapi seluruh pimpinan harian memiliki tanggung jawab yang sama,” ujarnya.

Sebelum pergantian dilakukan, seluruh pengurus diminta mengisi surat pernyataan kesediaan aktif sebagai bentuk peneguhan komitmen. Dari 15 pengurus sebelumnya, susunan baru kini berjumlah 14 orang.

Selain agenda pergantian kepengurusan, rapat pleno juga membahas evaluasi program kerja di berbagai bidang, seperti kaderisasi, dakwah, kesehatan, serta pusintek (pustaka, informasi, dan teknologi digital). Diskusi tersebut sekaligus merumuskan langkah strategis untuk pelaksanaan program organisasi ke depan agar lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.