Suasana pelatihan “Kelola Sampah dari Rumah Jadi Berkah” di Pendopo Kecamatan Trucuk tampak ramai dan interaktif, dengan ratusan kader PKK, Posyandu, serta pengurus bank sampah mengikuti simulasi pemilahan dan penimbangan sampah (Istimewa/kedungademmu.id)

Kedungademmu.idPemerintah, Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro , mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah melalui pelatihan bertajuk “Kelola Sampah dari Rumah Jadi Berkah”. Kegiatan yang digelar di pendopo kecamatan pada Jumat (27/2/2026) tersebut diikuti ratusan kader PKK, Posyandu, serta pengurus bank sampah desa se-Kecamatan Trucuk.

Pelatihan tidak hanya menyajikan materi teoretis, tetapi juga menghadirkan simulasi praktik pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Peserta dibekali keterampilan memilah sampah organik dan anorganik, memahami mekanisme penyetoran ke bank sampah, proses penimbangan, hingga pencatatan administrasi tabungan secara tertib dan akuntabel.

Camat Trucuk, Saad Mujaddid, menegaskan bahwa pengelolaan sampah dari tingkat keluarga merupakan fondasi penting dalam membangun lingkungan yang bersih sekaligus produktif secara ekonomi.

Selama ini sampah dipandang sebagai limbah. Padahal, jika dipilah dan dikelola dengan benar sejak dari rumah, sampah memiliki nilai manfaat bahkan nilai ekonomi. Perubahan pola pikir inilah yang ingin kami dorong,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan kader PKK dan Posyandu sangat strategis karena keduanya memiliki jejaring hingga tingkat dasa wisma dan keluarga. Dengan demikian, edukasi pengelolaan sampah dapat menjangkau masyarakat secara luas dan berkelanjutan.

Ketua TP PKK Kecamatan Trucuk, Nurul Jaddid, menyatakan komitmen organisasinya untuk menjadikan gerakan pengelolaan sampah sebagai bagian dari program pembinaan keluarga sehat dan mandiri.

Ibu-ibu memiliki peran sentral dalam membentuk kebiasaan di rumah. Jika dari dapur sudah terbiasa memilah sampah, dampaknya akan terasa bagi lingkungan dan ekonomi keluarga,” katanya.

Kegiatan ini terintegrasi dengan Gerakan Bersama Pengelolaan Sampah dan Perilaku Hidup Bersih (Gerbang Sapu Bersih) yang dimulai dari Desa Trucuk. Program tersebut memperoleh dukungan dari sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di wilayah Bojonegoro.

Perwakilan , Malik Ukay S. Subqy, mengapresiasi sinergi antara pemerintah kecamatan dan para penggerak PKK dalam mengatasi persoalan sampah yang menjadi keresahan bersama masyarakat Bojonegoro.

Sementara itu, pendampingan teknis diberikan oleh Tim . Perwakilannya, Achmad Danial Abidin, menjelaskan bahwa sistem bank sampah dirancang untuk memberikan insentif ekonomi nyata bagi warga.

Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam yang telah dipilah dapat ditimbang dan dicatat sebagai tabungan. Nilainya dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai atau dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu. Adapun sampah organik diolah menjadi kompos guna mendukung pertanian rumah tangga dan ketahanan pangan keluarga.

Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya ganda: lingkungan menjadi lebih bersih dan terdapat tambahan pemasukan bagi rumah tangga,” ujarnya.

Antusiasme peserta tampak sepanjang sesi simulasi. Siti, kader PKK Desa Trucuk, mengaku baru memahami alur administrasi bank sampah secara terperinci setelah mengikuti praktik langsung.

Selama ini kami hanya mengetahui setor dan timbang. Ternyata ada pencatatan dan pengelolaan yang rapi. Hal ini membuat kami lebih percaya diri mengajak warga ikut menabung sampah,” tuturnya.

Pemerintah Kecamatan Trucuk menargetkan setiap desa semakin aktif mengoperasikan bank sampah serta membentuk kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Gerakan ini diharapkan memperkuat program lingkungan hidup Kabupaten Bojonegoro dalam menekan volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Dengan kolaborasi antarpemangku kepentingan, Pemerintah Kecamatan Trucuk optimistis pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan peluang—mengubah limbah rumah tangga menjadi berkah bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.