H.M.Nasukhi (kanan nomor satu), menyampaikan sambutannya dalam Rapat Koordinasi dan Pembinaan Imam serta Khatib se-Kedungadem (Istimewa/kedungademmu.id)

Kedungademmu.id Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, H. M. Nasukhi, menegaskan bahwa kekuatan utama Muhammadiyah terletak pada masjid dan mushola yang benar-benar dimakmurkan melalui kegiatan ibadah, kajian, dan pembinaan generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan dalam agenda Pembinaan Imam dan Khatib Masjid/Mushola Muhammadiyah se-Kedungadem, Ahad (1/2/2026), yang dihadiri para imam, khatib, serta pengurus masjid Muhammadiyah di wilayah Kedungadem.

Dalam arahannya, H. M. Nasukhi menyampaikan bahwa masjid bukan hanya tempat salat, melainkan pusat gerakan dakwah dan pembinaan umat.
Ruhnya Muhammadiyah ujungnya ada di masjid dan mushola. Masjid harus hidup, minimal ada kajian rutin seminggu sekali, ada TPQ atau TPA, serta anak-anak diberdayakan untuk adzan,” tegasnya.

Menurut beliau, keberadaan TPQ dan kegiatan kajian rutin merupakan tanda bahwa masjid berfungsi sebagai pusat pendidikan Islam sekaligus tempat tumbuhnya kader-kader penerus dakwah.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi imam dan keterlibatan generasi muda dalam memakmurkan masjid.
Imamnya perlu bergantian, supaya muncul kader baru. Anak-anak juga harus dibiasakan tampil, termasuk dalam adzan. Ini bagian dari menyiapkan masa depan masjid,” tambahnya.

H. M. Nasukhi berharap masjid-masjid Muhammadiyah di Kedungadem semakin semarak, tidak hanya ramai saat Ramadan, tetapi juga hidup sepanjang tahun dengan kegiatan keislaman yang terprogram.
Mudah-mudahan masjid dan mushola di Kedungadem menjadi semakin semarak dan menjadi pusat pencerahan umat,” pungkasnya.

Kegiatan pembinaan ini menjadi ikhtiar Majelis Tabligh PDM Bojonegoro dalam memperkuat peran masjid sebagai jantung dakwah Muhammadiyah dan pusat pembinaan masyarakat Islam yang berkemajuan.