Almarhumah dikenal sebagai sosok pemimpin perempuan yang bijaksana, bersahaja, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menggerakkan organisasi. Sepanjang masa pengabdiannya, beliau senantiasa mengutamakan kepentingan bersama serta menjadi teladan bagi kader-kader muda.
Halimah Yahya Salah seorang rekan yang pernah mendampingi almarhumah mengenang Hj. Rifa’atin sebagai figur yang banyak memberikan pelajaran tentang keikhlasan dan tanggung jawab dalam berorganisasi.
“Beliau adalah pemimpin yang bijaksana, selalu mengutamakan kepentingan organisasi. Dari beliau saya banyak belajar bagaimana berorganisasi dengan baik. Beliau selalu ada untuk kami kapan pun dan di mana pun,” ungkapnya.
Tidak hanya dikenal sebagai pemimpin organisasi, almarhumah juga memiliki jiwa sosial yang luar biasa. Bahkan dalam kondisi sakit sekalipun, beliau masih memikirkan bagaimana dapat memberikan bantuan dan dukungan kepada gerakan ‘Aisyiyah.
Halimah Yahya juga menyampaikan pada kedungademmu.id terkait kepedulianya terhadap Aisyiyah "Putrinya yang bernama mbk ira menyampaikan bahwa ibundanya kerap bertanya mengapa dirinya tidak pernah dimintai sumbangan untuk kegiatan ‘Aisyiyah padahal beliau selalu ingin ikut membantu,” Ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga juga berpesan agar setiap kegiatan ‘Aisyiyah tetap diberitahukan kepada mereka, karena hal itu merupakan amanah dari almarhumah semasa hidupnya.
Semasa hidup, Hj. Rifa’atin aktif membina jamaah, memperkuat peran perempuan dalam dakwah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di Kedungadem. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan keteladanan yang akan terus dikenang.
Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan.

