Peluncuran buku tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bojonegoro, khususnya keluarga besar STIT Muhammadiyah Bojonegoro serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro. Selain sebagai akademisi, Ibnu Habibi juga mengemban amanah sebagai Tim Ahli Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal.
Buku setebal 162 halaman yang diterbitkan oleh Madza Media itu terdiri atas tujuh bab dan merupakan pengembangan dari hasil disertasi keduanya. Karya tersebut menjadi buku ke-11 yang ditulisnya, sekaligus menegaskan konsistensinya dalam pengembangan pendidikan Islam dan tradisi literasi akademik.
Dalam keterangannya, Ibnu Habibi menyampaikan bahwa buku ini lahir dari kegelisahan intelektual atas tantangan kaderisasi Muhammadiyah di era modern.
“Saya prihatin melihat minimnya kader Muhammadiyah yang memiliki kekuatan ideologi sekaligus kemampuan kepemimpinan. Muhammadiyah Boarding School harus menjadi solusi strategis untuk menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.
Buku ini mengangkat konsep integrasi pendidikan formal dengan pembinaan karakter berbasis asrama, serta penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Gagasan tersebut diharapkan menjadi referensi strategis bagi pengembangan pesantren Muhammadiyah di tingkat regional maupun nasional.
Peluncuran buku dalam forum PWM Jawa Timur tersebut menegaskan bahwa putra daerah Bojonegoro mampu berkontribusi dalam pengembangan pemikiran pendidikan Islam berkemajuan. Kehadiran karya ini sekaligus memperkuat komitmen Ibnu Habibi dalam membangun tradisi intelektual dan kaderisasi melalui jalur akademik.

