![]() |
| H.Bambang Utomo Ketua PCM Kedungadem (Istimewa/kedungademmu.id) |
Dalam disertasinya, ia meneliti kehidupan sosial keagamaan masyarakat di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Wilayah tersebut dipilih karena masyarakatnya heterogen namun hidup rukun, bersahaja, dan saling menghormati meskipun berbeda agama maupun mazhab.
Mayoritas warga beragama Islam dengan latar organisasi beragam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, serta Shiddiqiyyah. Tempat ibadah antar umat beragama bahkan berdiri berdekatan, termasuk gereja dan kompleks pemakaman yang berada dalam satu lokasi. Kondisi tersebut menjadi dasar penelitian berjudul “Konstruksi Sikap Toleran di Tengah Heterogenitas Sosial Keagamaan Perspektif Pendidikan Islam Multikultural Masyarakat Kolong Ngasem Bojonegoro.”
Ia menjelaskan bahwa pilihan bidang studi Islam multikultural sejalan dengan perannya sebagai penyuluh agama Islam di Kementerian Agama Republik Indonesia, sekaligus aktivis dakwah melalui Korp Mubaligh Muhammadiyah dan pimpinan organisasi keagamaan.
Menurutnya, seorang juru dakwah perlu memiliki literasi keagamaan luas dan wawasan global agar mampu menyampaikan nilai Islam yang menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Ia berharap capaian akademik tersebut dapat memperkuat dakwah yang moderat, inklusif, serta mendorong harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
“Semoga ilmu ini bermanfaat untuk memperluas pemahaman keagamaan masyarakat serta memperkuat dakwah Islam yang menyejukkan dan toleran,” ujarnya.

