(www.unplash.com)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Hari Ramadan mengingatkan kita bahwa puasa adalah madrasah kesabaran. Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, kita menahan lapar, dahaga, dan berbagai keinginan. Semua itu membutuhkan kesabaran yang kuat.

Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan diberikan pahala tanpa batas.” (al-qur'an surah Az-Zumar ayat 10)

Ayat ini menunjukkan betapa besar kedudukan sabar di sisi Allah. Bahkan pahalanya disebut tanpa batas. Puasa dan sabar memiliki hubungan yang sangat erat. Tidak mungkin seseorang menjalankan puasa dengan baik tanpa kesabaran.

Hadirin sekalian,

Sabar dalam puasa bukan hanya sabar menahan lapar dan haus. Ada tiga bentuk sabar yang perlu kita latih:

Pertama Sabar dalam ketaatan, yaitu sabar menjalankan perintah Allah seperti salat, tadarus, dan sedekah.

Kedua Sabar menjauhi maksiat, yaitu menahan diri dari ghibah, marah, dan perbuatan yang merusak pahala.

Ketiga Sabar menghadapi ujian, seperti kelelahan, emosi, atau masalah kehidupan sehari-hari.

Ketika kita berpuasa, sebenarnya kita sedang membangun kekuatan mental dan spiritual. Kita belajar bahwa tidak semua keinginan harus segera dipenuhi. Ada waktu yang tepat, ada aturan yang harus ditaati.

Jamaah yang berbahagia,

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kesabaran. Orang mudah menyerah, mudah marah, dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Ramadan hadir untuk melatih kita menjadi pribadi yang lebih tenang dan terkendali.

Bayangkan jika nilai kesabaran yang kita latih selama Ramadan terus kita bawa setelah bulan ini berakhir. Rumah tangga akan lebih harmonis, pekerjaan lebih berkah, dan hubungan sosial lebih damai. Sabar membuat seseorang lebih bijaksana dalam bersikap.

Rasulullah Saw juga dikenal sebagai pribadi yang sangat sabar. Dalam menghadapi celaan, ujian, bahkan penolakan, beliau tetap tenang dan tidak membalas dengan keburukan. Itulah teladan kesabaran yang luar biasa.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Hari ramadan ini menjadi momen evaluasi: sudahkah kita bersabar dalam menjalankan puasa? Ataukah kita masih mudah mengeluh dan marah?

Mari kita jadikan setiap rasa lapar sebagai pengingat untuk bersabar. Setiap rasa haus sebagai penguat iman. Setiap ujian sebagai kesempatan untuk mendekat kepada Allah.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang sabar, yang mendapatkan pahala tanpa batas, dan yang mampu menjaga kesabaran bukan hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang kehidupan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh