![]() |
| www.unplash.com |
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di dalam bulan suci Ramadan yang mulia ini, mari kita renungkan satu nilai penting yang sangat erat dengan puasa, yaitu kejujuran. Puasa adalah ibadah yang sangat unik. Ia tidak bisa diawasi manusia secara sempurna. Tidak ada CCTV yang mampu memastikan seseorang benar-benar tidak makan dan minum ketika sendirian. Karena itu, puasa sejatinya adalah latihan kejujuran paling mendasar.
Ketika seseorang tetap menahan diri walau tidak ada yang melihat, di situlah nilai integritas dibentuk. Puasa mendidik kita untuk jujur kepada Allah, dan dari kejujuran kepada Allah itu lahir kejujuran dalam kehidupan sosial.
Allah Swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.” (al-Quran surah at-Taubah ayat 119)
Ayat ini bukan sekadar ajakan moral, tetapi perintah yang tegas. Kejujuran adalah ciri utama orang bertakwa. Dan bukankah tujuan puasa adalah membentuk takwa? Maka puasa yang benar seharusnya melahirkan pribadi yang jujur.
Jamaah sekalian,
Kejujuran tidak hanya berbentuk ucapan yang benar. Kejujuran juga menyangkut sikap, komitmen, dan tanggung jawab. Jujur dalam pekerjaan, jujur dalam timbangan, jujur dalam amanah jabatan, jujur dalam janji, bahkan jujur dalam niat.
Betapa sering kita menyaksikan krisis kejujuran di tengah masyarakat. Ada yang memanipulasi laporan, ada yang mengambil hak orang lain, ada yang berkata manis di depan tetapi berbeda di belakang. Semua itu berawal dari rapuhnya integritas batin.
Di sinilah Ramadan hadir sebagai terapi moral. Jika kita mampu jujur dalam puasa—tidak berpura-pura di hadapan manusia dan tidak berkhianat kepada Allah—maka seharusnya kita juga mampu menjaga kejujuran dalam urusan dunia.
Puasa mengajarkan bahwa Allah Maha Melihat. Kesadaran inilah yang disebut muraqabah—merasa diawasi oleh Allah. Orang yang memiliki kesadaran ini tidak akan mudah berbuat curang meski memiliki kesempatan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Kejujuran sosial sangat penting dalam membangun masyarakat yang sehat. Tanpa kejujuran, kepercayaan akan runtuh. Tanpa kepercayaan, kerja sama akan hancur. Dan tanpa kerja sama, kemajuan sulit terwujud.
Dalam kehidupan keluarga, kejujuran melahirkan ketenangan. Dalam dunia pendidikan, kejujuran melahirkan generasi berintegritas. Dalam dunia usaha, kejujuran melahirkan keberkahan. Dan dalam kepemimpinan, kejujuran melahirkan keadilan.
Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbaiki diri dalam aspek ini. Jangan sampai kita rajin beribadah tetapi masih gemar berdusta. Jangan sampai kita khusyuk tarawih tetapi ringan berbohong dalam urusan kecil. Karena kebohongan kecil yang dibiarkan akan tumbuh menjadi kebiasaan besar.
Rasulullah Saw dikenal dengan gelar al-Amin, orang yang terpercaya. Bahkan sebelum diangkat menjadi nabi, beliau sudah dikenal karena kejujurannya. Artinya, kejujuran adalah fondasi peradaban.
Jamaah yang berbahagia,
Mari kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum memperbarui komitmen untuk hidup jujur. Mulailah dari hal kecil: jujur dalam perkataan, jujur dalam transaksi, jujur dalam laporan, jujur dalam niat beribadah.
Jika puasa melatih kita jujur kepada Allah dalam kesendirian, maka biarlah kejujuran itu terpancar dalam kehidupan sosial kita. Jadilah pribadi yang ketika berbicara dipercaya, ketika berjanji ditepati, dan ketika diberi amanah tidak mengkhianati.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang jujur, yang lisannya bersih, hatinya lurus, dan amalnya benar. Semoga puasa kita benar-benar membentuk integritas diri dan memperkuat kejujuran sosial di tengah masyarakat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

