(www.unplash.com)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Memasuki bulan suci Ramadan, kita mulai merasakan bagaimana bulan suci ini membentuk pola hidup yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Jadwal makan berubah. Waktu tidur menyesuaikan. Aktivitas ibadah bertambah. Semua itu menunjukkan satu hal penting: Ramadan adalah madrasah disiplin waktu.

Islam adalah agama yang sangat menghargai waktu. Bahkan Allah Swt. bersumpah dengan waktu dalam firman-Nya:
وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (al-Quran Surah al-‘Ashr ayat 1–2)

Ayat ini menjadi pengingat keras bahwa waktu adalah amanah. Siapa yang tidak mampu mengelolanya dengan baik, ia akan merugi. Ramadan datang untuk melatih kita agar lebih sadar dan lebih disiplin dalam memanfaatkan waktu.

Jamaah sekalian,

Coba kita perhatikan bagaimana Ramadan mengajarkan ketepatan waktu. Sahur ada waktunya. Imsak ada batasnya. Berbuka ada saatnya. Tidak boleh lebih awal, tidak boleh terlambat dengan sengaja. Semua diatur dengan jelas. Ini adalah pendidikan tentang pentingnya menghormati waktu.

Shalat pun demikian. Kita dipanggil lima kali sehari pada waktu yang telah ditentukan. Ramadan justru memperkuat kesadaran itu. Masjid menjadi lebih ramai. Jamaah lebih tertib. Orang-orang berlomba datang lebih awal. Ini adalah latihan kedisiplinan kolektif.

Disiplin waktu bukan hanya soal datang tepat waktu ke masjid. Lebih dari itu, ia menyangkut bagaimana kita memprioritaskan hidup. Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk hal yang kurang bermanfaat? Berapa jam kita gunakan untuk hal-hal yang melalaikan? Ramadan mengoreksi semua itu.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Orang yang bertakwa adalah orang yang mampu mengelola waktunya dengan bijak. Ia tahu kapan harus bekerja, kapan harus beristirahat, kapan harus beribadah, dan kapan harus bersama keluarga. Ia tidak membiarkan waktunya habis untuk perkara sia-sia.

Dalam konteks kehidupan modern, tantangan terbesar kita adalah distraksi. Telepon genggam, media sosial, tontonan, dan berbagai kesibukan sering menyita waktu tanpa terasa. Ramadan mengajak kita melakukan “detoks waktu”. Mengurangi hal-hal yang tidak perlu, memperbanyak yang bernilai pahala.

Bayangkan jika kebiasaan baik di bulan Ramadan ini kita jaga sepanjang tahun. Bangun lebih awal, memulai hari dengan doa dan Al-Qur’an, menjaga shalat tepat waktu, mengatur jadwal kerja dengan lebih tertib. Betapa besar perubahan yang akan kita rasakan.

Jamaah yang berbahagia,

Disiplin waktu juga berkaitan dengan tanggung jawab. Seorang pekerja yang disiplin waktu akan dihargai. Seorang pelajar yang disiplin waktu akan lebih mudah meraih prestasi. Seorang pemimpin yang disiplin waktu akan dipercaya.

Ramadan melatih integritas melalui waktu. Kita belajar bahwa setiap detik akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Umur kita terbatas. Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Karena itu, menyia-nyiakan waktu sama artinya menyia-nyiakan kesempatan berbuat kebaikan.

Bulan suci ini hanya datang sekali dalam setahun. Jika kita lalui tanpa peningkatan kualitas diri, maka kita termasuk orang yang merugi. Sebaliknya, jika kita isi dengan amal saleh, disiplin ibadah, dan produktivitas yang baik, maka Ramadan menjadi investasi akhirat yang luar biasa.

Hadirin sekalian,

Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai titik balik dalam pengelolaan waktu. Mulai dari hal sederhana: tepat waktu dalam shalat, mengurangi waktu untuk hal sia-sia, memperbanyak waktu membaca Al-Qur’an, serta menyusun jadwal harian yang lebih teratur.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang mampu menghargai waktu, mengisinya dengan amal saleh, dan tidak termasuk orang-orang yang merugi sebagaimana peringatan dalam Surah Al-‘Ashr.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh