![]() |
| (www.unplash.com) |
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Memasuki hari kelima Ramadan, tubuh kita mulai terbiasa dengan ritme puasa. Lapar dan dahaga yang kita rasakan setiap hari sejatinya bukan sekadar ujian fisik, tetapi pelajaran sosial. Puasa mengajarkan kita merasakan apa yang setiap hari dirasakan oleh saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan.
Salah satu tujuan besar puasa adalah melatih empati. Empati bukan sekadar rasa iba, tetapi kemampuan merasakan penderitaan orang lain lalu tergerak untuk membantu. Dalam Islam, kepekaan sosial bukan pilihan tambahan, melainkan bagian dari keimanan.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.” (al-Quran surah Al-Insan ayat 8)
Ayat ini menunjukkan bahwa orang beriman bukan hanya rajin beribadah secara pribadi, tetapi juga peduli kepada sesama. Mereka memberi bukan karena sisa, tetapi meski mereka sendiri mencintai harta itu.
Jamaah sekalian,
Ketika kita menunggu waktu berbuka dengan perut lapar, kita tahu bahwa beberapa jam lagi makanan akan tersedia. Tetapi ada saudara-saudara kita yang tidak memiliki kepastian itu. Mereka tidak tahu apakah besok masih bisa makan dengan layak. Di sinilah Ramadan menggetarkan hati kita.
Puasa adalah jembatan yang menghubungkan orang yang berkecukupan dengan yang kekurangan. Ia menghancurkan kesombongan dan meluruhkan rasa tinggi hati. Kita disadarkan bahwa nikmat makan, minum, dan kesehatan adalah karunia Allah yang tidak boleh disia-siakan.
Empati yang dilatih oleh puasa harus melahirkan aksi nyata. Ramadan bukan hanya bulan memperbanyak doa, tetapi juga memperbanyak kepedulian. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan manifestasi dari iman.
Rasulullah Saw dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, terlebih di bulan Ramadan. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa beliau lebih dermawan daripada angin yang berembus. Ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah momentum memperluas kebaikan sosial.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Dalam kehidupan modern, kemiskinan tidak selalu terlihat secara kasat mata. Ada tetangga yang diam-diam kesulitan membayar sekolah anaknya. Ada keluarga yang menahan malu untuk meminta bantuan. Ada pekerja harian yang pendapatannya tidak menentu. Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka dan tidak bersikap acuh.
Empati juga berarti menjaga perasaan. Jangan sampai kita memamerkan kemewahan berbuka di hadapan mereka yang kekurangan. Jangan sampai Ramadan justru menjadi ajang berlebihan dalam konsumsi. Puasa seharusnya melatih kesederhanaan, bukan mempertajam gaya hidup mewah.
Lebih jauh lagi, empati sosial adalah bagian dari takwa. Orang bertakwa tidak hanya menjaga hubungannya dengan Allah, tetapi juga menjaga hubungannya dengan manusia. Ia tidak tega melihat penderitaan tanpa berbuat sesuatu.
Jamaah yang berbahagia,
Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas. Mulailah dari hal kecil: berbagi makanan berbuka, membantu tetangga yang membutuhkan, mendukung kegiatan sosial, atau sekadar menyapa dengan ramah mereka yang sedang kesulitan.
Empati yang tumbuh dari puasa harus terus hidup meski Ramadan berlalu. Jangan sampai kepedulian kita hanya musiman. Jika Ramadan berhasil melembutkan hati kita, maka itulah tanda bahwa puasa kita berkualitas.
Semoga Allah Swt. menjadikan kita hamba-hamba yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga ringan tangan dalam berbagi. Semoga puasa kita melahirkan kepekaan sosial yang nyata dan keberkahan bagi lingkungan sekitar.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

