Kedungademmu.id
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro menggelar pelatihan pembuatan keripik pisang aneka varian bagi masyarakat Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Selasa (3/2/2026).

Pelatihan tersebut diinisiasi oleh mahasiswa KKN dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) kelas khusus sebagai bentuk komitmen dalam berbagi keterampilan sekaligus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pedesaan. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu PKK Desa Kedungsari.

Niek Istiqomah Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi lokal berupa pisang kepok yang melimpah di desa setempat. Selama ini, pisang kepok umumnya dijual dalam kondisi mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Melalui pengolahan menjadi keripik aneka rasa, produk tersebut diharapkan memiliki nilai tambah serta daya saing lebih tinggi.
Kami ingin mendorong ibu-ibu memiliki keterampilan praktis yang bernilai ekonomi, sehingga mampu membuka peluang usaha secara mandiri dan tidak hanya bergantung pada hasil pertanian,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan tutor berpengalaman, Surtiasih, yang memberikan materi mulai dari teknik dasar pengolahan pisang, penggunaan alat pengering dan spinner, hingga kiat menghasilkan keripik yang gurih serta tahan lama. Antusiasme peserta tampak tinggi, terutama saat sesi praktik langsung.

Kepala Desa Kedungsari, M. Alamudi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini selaras dengan upaya desa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan hasil alam.
Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Harapannya, ibu-ibu rumah tangga dapat lebih kreatif dan terampil memanfaatkan potensi alam di sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Kelompok 4, Tariyono, berharap pelatihan ini mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan masyarakat Desa Kedungsari. Selain pisang kepok, ia menilai berbagai hasil alam lain seperti ubi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai jual.
Dengan keterampilan sederhana namun tepat guna, ibu-ibu desa yang tangguh ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan pembuatan keripik pisang aneka varian ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi langkah awal pengembangan UMKM berbasis potensi lokal di Desa Kedungsari.