Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK Desa Banjarsari tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara bijak guna menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kesehatan warga. Sosialisasi diikuti kader PKK dan masyarakat setempat dengan antusias.
Ketua PKK Desa Banjarsari, Lilik Indrayani, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN. Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin sadar akan dampak sampah sekaligus memahami cara pengelolaan yang benar mulai dari rumah,” ujarnya.
Koordinator KKN Desa Banjarsari, Muhammad Reza Alfanani, menjelaskan bahwa sosialisasi pengelolaan sampah menjadi salah satu program unggulan karena persoalan sampah masih menjadi tantangan di tingkat desa.
“Kami mengajak masyarakat memulai dari langkah sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Harapannya, kebiasaan baik ini dapat terus berlanjut meskipun program KKN telah selesai,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, M. Rondi, menekankan pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran individu. Konsep yang kami dorong adalah sadar, aksi, dan kebiasaan baik: sadar terhadap masalah sampah, melakukan tindakan nyata, lalu menjadikannya kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Banjarsari semakin peduli terhadap lingkungan serta berperan aktif menciptakan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Langkah sederhana dari rumah diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan di masa mendatang.

