![]() |
| Foto bersama mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro setelah pelatihan produksi fried chicken serta digital marketing UMKM (Istimewa/kedungademmu.id) |
Kegiatan yang berlangsung di Graha Cinde Praja Balai Desa Tapelan tersebut merupakan bagian dari program KKN mahasiswa kelas khusus STIT Mubo sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pelatihan ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Tapelan. Sekretaris Desa Tapelan, Imam Mutaalim, yang mewakili Kepala Desa Tri Iriantono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN. Menurutnya, pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM merupakan program yang sangat dibutuhkan dan belum pernah dilaksanakan sebelumnya di desa tersebut.
“Kehadiran mahasiswa STIT Mubo sangat dinantikan. Kami berharap kegiatan ini memberikan ilmu baru, khususnya dalam bidang pemasaran digital UMKM, yang tentu sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK dan kader Taman Posyandu yang memiliki usaha,” ujarnya.
Pelatihan yang diikuti oleh 11 mahasiswa KKN tersebut diawali dengan penyampaian materi digital marketing oleh Hidayatus Syolikhah. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam membuat konten promosi produk UMKM melalui media digital.
“Pelaku UMKM perlu konsisten dalam membuat konten atau unggahan produk. Selain itu, keterampilan dasar fotografi juga penting agar foto produk lebih menarik dan mampu meningkatkan minat konsumen,” jelasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kuliner fried chicken yang dipandu oleh Sarah Azizah. Ia menjelaskan bahan serta teknik dasar untuk menghasilkan ayam goreng dengan tekstur renyah di luar dan tetap juicy di dalam.
“Bahan yang dibutuhkan antara lain ayam yang sudah dimarinasi, tepung, air, serta bumbu penyedap. Untuk mendapatkan hasil yang renyah dan juicy, diperlukan minyak yang cukup banyak dan dalam kondisi panas,” paparnya saat praktik berlangsung.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN STIT Mubo, Rizka Aisyah, menuturkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tema KKN, yakni Penguatan Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Berbasis Potensi Lokal Menuju Desa yang Mandiri, Religius, dan Berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK dan kader Taman Posyandu memperoleh keterampilan baru, baik dalam inovasi kuliner maupun pengembangan UMKM melalui pemasaran digital. Ini menjadi langkah konkret dalam penguatan potensi lokal desa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PKK Desa Tapelan, Siti Zulaihah, menyampaikan terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN STIT Mubo. Ia menilai pelatihan tersebut membuka wawasan masyarakat desa akan pentingnya pemasaran digital dalam mengembangkan usaha.
“Kegiatan ini menyadarkan kami bahwa pelaku UMKM harus terus meningkatkan kemampuan digital marketing. Selain itu, praktik pembuatan fried chicken juga sangat bermanfaat karena bisa langsung kami terapkan di rumah berkat resep dan tutorial dari mahasiswa,” pungkasnya.

