![]() |
| Ustaz Drs. H. Sholikin Jamik, menyampaikan materi kajian menyambut Bulan Suci Ramadan yang diselenggarakan PRM Tlogoagung di Masjid An-Nur, Kedungadem (Istimewa/kedungademmu.id) |
Kegiatan ini dihadiri warga Tlogoagung dari berbagai kalangan, mulai remaja hingga orang tua, yang tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai. Kajian menghadirkan Ustaz H. Sholikin Jamik, sebagai pemateri. Penyampaian materi berlangsung hangat, komunikatif, dan diselingi humor yang sarat makna, sehingga suasana terasa akrab sekaligus menambah semangat jamaah dalam menyambut datangnya Ramadan.
Dalam ceramahnya, Ustaz Sholikin Jamik menekankan bahwa Ramadan seharusnya disambut dengan hati riang, penuh syukur, serta kesiapan memperbaiki diri. Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki potensi menjadi pribadi yang baik seperti malaikat maupun sebaliknya, tergantung bagaimana menjaga hati dan mengendalikan hawa nafsu.
Menurutnya, kunci menjadi pribadi yang lebih baik adalah memiliki qalbun salim atau hati yang bersih. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang menjauhi sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, dan amarah berlebihan, sekaligus menumbuhkan sikap sabar, ikhlas, serta taat kepada Allah Swt.
Ia juga menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pendidikan spiritual. Puasa melatih kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, serta kepedulian sosial terhadap sesama. Dengan puasa yang dijalankan secara sungguh-sungguh, diharapkan seseorang dapat meningkatkan kualitas iman dan akhlaknya.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan,” ungkapnya.
Kegiatan kajian ini menjadi bagian dari upaya PRM Tlogoagung dalam memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat sekaligus mempersiapkan jamaah agar dapat menjalankan ibadah Ramadan secara optimal.
Panitia berharap kajian seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, sehingga masyarakat semakin termotivasi meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam pemahaman agama, serta menjadikan Ramadan sebagai sarana transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik.

