Kedungademmu.id Upaya menumbuhkan budaya literasi terus digencarkan oleh Nasyiatul Aisyiyah. Salah satunya melalui kegiatan bincang buku yang diselenggarakan di Gedung TPQ Al Islah, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (14/2/2026).

 Kegiatan ini bertujuan memotivasi masyarakat agar kembali gemar membaca buku fisik di tengah maraknya internet dan gim daring.
Acara yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut diikuti sekitar 35 peserta, mulai anak usia taman kanak-kanak hingga ibu rumah tangga dari wilayah Bumiayu dan sekitarnya.

 Ketua panitia, Anjani Prameswari, menjelaskan bahwa peserta sengaja berasal dari berbagai usia untuk melihat tingkat antusiasme masyarakat terhadap kegiatan literasi. Peserta hanya diminta membawa satu buku favorit atau buku yang pernah dibaca.

Selama kegiatan, peserta dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama terdiri atas anak-anak TK hingga kelas VI SD. Kegiatan dikemas secara edukatif dan menyenangkan melalui permainan, membaca buku bersama, menulis ringkasan, serta mempresentasikan hasil bacaan di depan peserta lain.

Adapun kelompok kedua berisi remaja, mahasiswa, dan ibu-ibu. Setiap peserta diminta memaparkan buku yang dibawa, alasan memilih buku tersebut, serta isi singkatnya. Dari diskusi itu terungkap beragam buku favorit, mulai biografi, novel religius, buku motivasi, hingga buku pengasuhan.
Dewi Sartika dari PCNA Kedungkandang yang memandu kelompok dewasa menegaskan bahwa tidak ada pembatasan jenis buku. Bahkan komik tetap diperbolehkan sebagai pintu awal membangun kebiasaan membaca sebelum beralih ke bacaan lain yang lebih beragam.

Ke depan, panitia berencana mengadakan program literasi lanjutan, tidak hanya membaca tetapi juga pelatihan menulis berita, cerpen, dan artikel. Untuk anak-anak, kegiatan direncanakan berlangsung sebulan sekali, sedangkan kelompok dewasa dua pekan sekali. Peserta juga diberi tugas awal membuat resensi buku.

Sebagai tindak lanjut, panitia berencana membuat blog khusus untuk menampung karya peserta yang lolos kurasi sebelum dikirim ke media daring. Selain itu, terdapat rencana membuka lapak buku keliling guna meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan jemaah Muhammadiyah. Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca dan menulis secara berkelanjutan di masyarakat.