![]() |
| Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat membuka Workshop dan Pendampingan User Generated Content (UGC) untuk publikasi sekolah/madrasah di Aula PDM Bojonegoro (Muhammad Irfan Hakim/kedungademmu.id) |
Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PDM Bojonegoro bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang ini dihadiri perwakilan lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Nurul Azizah mengungkapkan masih terdapat sekitar 5.610 anak di Bojonegoro yang belum bersekolah.
Pemerintah kabupaten, menurutnya, menargetkan seluruh anak dapat mengakses pendidikan guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kita telah mencapai kenaikan IPM sebesar 1,3 persen pada 2025 dan menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Meski demikian, secara peringkat IPM kita belum berada di posisi tertinggi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak terkait, termasuk Muhammadiyah, melalui program pelatihan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Nurul Azizah berharap berbagai ikhtiar lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah dapat turut mendorong kebangkitan pendidikan di Bojonegoro.
“Mudah-mudahan ikhtiar ini membawa perubahan positif dan kebangkitan bagi pendidikan di Bojonegoro,” pungkasnya.

