(www.unplash.com)
Oleh: M. Yanzhuril Ghulam Miraza

Kedungademmu.id- Zikir merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui zikir, seorang Muslim senantiasa mengingat Allah, menenangkan hati, serta mendapatkan perlindungan dari berbagai keburukan. Karena itu, para ulama sering menyebut zikir sebagai “benteng” atau “baju besi” bagi orang yang mengamalkannya.

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan adalah tentang manfaat zikir pagi dan petang. Rasulullah Saw mengajarkan berbagai doa dan zikir yang dibaca pada waktu tersebut sebagai bentuk perlindungan diri. Di antaranya adalah bacaan:

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Rasulullah Saw bersabda bahwa siapa yang membaca doa tersebut tiga kali pada pagi hari atau petang hari, maka ia akan dijaga dari musibah yang datang secara tiba-tiba hingga waktu berikutnya.

Selain sebagai perlindungan, zikir juga menjadi penenteram hati. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa hati orang beriman akan menjadi tenang ketika mengingat-Nya.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra‘d: 28)

Para ulama juga menjelaskan bahwa zikir menghidupkan hati. Rasulullah Saw bahkan mengibaratkan orang yang berzikir dengan orang yang hidup, sedangkan orang yang tidak berzikir seperti orang yang mati.

Karena keutamaannya yang besar, para ulama menasihatkan agar seorang Muslim membiasakan zikir pagi dan petang setiap hari. Waktu zikir pagi dimulai setelah salat Subuh hingga menjelang Zuhur, sedangkan zikir petang dimulai setelah Asar hingga malam hari.

Bagi yang belum hafal, membaca zikir dari buku atau aplikasi tetap diperbolehkan. Bahkan, sebagian ulama menegaskan bahwa yang paling penting adalah kehadiran hati ketika berzikir, bukan sekadar hafalannya.

Dalam praktiknya, seseorang juga boleh membaca sebagian zikir yang mudah diamalkan terlebih dahulu, seperti Ayat Kursi, tiga surah terakhir Al-Qur’an (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas), Sayyidul Istigfar, serta bacaan “Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah”.

Selain itu, muncul pula pertanyaan tentang penggunaan tasbih dalam zikir. Para ulama menjelaskan bahwa menggunakan tasbih diperbolehkan. Namun, menghitung zikir dengan jari tetap lebih utama karena jari-jari tersebut kelak akan menjadi saksi di hadapan Allah.

Zikir juga memiliki dampak besar dalam membentuk keikhlasan hati. Ketika seseorang sering mengingat Allah, hatinya akan lebih fokus kepada Allah dan tidak terlalu mempedulikan penilaian manusia.

Namun demikian, para ulama juga mengingatkan bahwa meninggalkan zikir pagi dan petang dapat menyebabkan seseorang kehilangan perlindungan spiritual. Al-Qur’an bahkan menegaskan bahwa orang yang berpaling dari zikir akan lebih mudah dikuasai oleh setan dan merasakan kehidupan yang sempit.

Karena itu, membiasakan zikir setiap hari menjadi amalan yang sangat penting bagi seorang Muslim. Selain ringan diucapkan, zikir juga memiliki pahala yang sangat besar.

Di antara zikir yang paling mudah diamalkan adalah membaca:

  • Subhānallāhi wa biḥamdih (100 kali)
  • Subhānallāh, Alhamdulillāh, Allāhu Akbar
  • Lā ilāha illallāh
  • Astaghfirullāh wa atūbu ilaih
  • Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh

Rasulullah Saw menjelaskan bahwa sebagian zikir tersebut merupakan perbendaharaan dari surga dan ada pula yang dosanya dihapus walaupun sebanyak buih di lautan.

Dengan demikian, zikir bukan sekadar amalan tambahan, melainkan kebutuhan spiritual bagi setiap Muslim. Ia menjadi penenang hati, penjaga diri, sekaligus pengingat agar manusia selalu kembali kepada Allah dalam setiap keadaan.