![]() |
| Mustajid, menyampaikan materi tentang konsep membangun madrasah berkemajuan dalam kegiatan Baitul Arqom PRM Ngrandu |
Dalam pemaparannya, Mustajid menjelaskan bahwa tantangan pendidikan Muhammadiyah saat ini tidak hanya terletak pada aspek akademik, tetapi juga pada manajemen dan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebutkan beberapa persoalan utama yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya kepemimpinan kepala sekolah dan guru, kurikulum yang adaptif, kualitas peserta didik, serta penguatan sumber daya alam dan lingkungan pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah sekolah sangat ditentukan oleh kualitas guru. Guru ideal, kata Mustajid, tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran dan pengalaman yang panjang. Oleh karena itu, guru perlu terus meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, serta memiliki kinerja yang baik dan religiusitas yang kuat.
“Sekolah unggul tidak dibangun hanya dengan slogan, tetapi dengan kerja nyata, komitmen, dan konsistensi dari seluruh unsur yang terlibat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa konsep sekolah berkemajuan harus berpusat pada manusia. Dalam hal ini terdapat empat unsur penting yang saling berkaitan, yaitu siswa sebagai pusat pengalaman belajar yang bermakna, orang tua yang memberikan kepercayaan dan keterlibatan, guru yang mendapatkan dukungan profesional, serta masyarakat yang merasakan dampak nyata dari keberadaan sekolah.
Selain itu, Mustajid menekankan pentingnya pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan secara profesional. Peningkatan kompetensi guru, penguatan loyalitas, koordinasi yang baik, serta sistem apresiasi bagi guru berprestasi menjadi bagian penting dalam membangun lembaga pendidikan yang berkualitas.
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya kerja yang solid dan kolaboratif di lingkungan sekolah. Loyalitas terhadap visi dan misi lembaga, komitmen dalam menjalankan tugas, serta kerja sama antarpendidik dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan produktif.
Menurut Mustajid, indikator sekolah unggul dapat dilihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat, jumlah pendaftar yang stabil dan terus bertambah, alumni yang berhasil, serta kebanggaan guru terhadap lembaga tempat mereka mengabdi.
“Sekolah unggul bukan pekerjaan instan. Ia dibangun dari kualitas yang nyata, dijaga dengan konsistensi, dan diperkuat oleh kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan Baitul Arqom ini, diharapkan para peserta mampu membawa semangat pembaruan dan penguatan pendidikan Muhammadiyah di tingkat ranting, sehingga madrasah dan sekolah Muhammadiyah semakin berkemajuan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

