(www.unplash.com)

Kedungademmu.idFenomena gerhana bulan total yang terjadi pada pertengahan Ramadan 1447 Hijriah menjadi perhatian publik. Peristiwa astronomi tersebut berlangsung saat fase bulan purnama, yang dalam kalender hijriah umumnya jatuh pada tanggal 14 atau 15.

Berdasarkan penetapan Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H dimulai pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, tanggal 14 Ramadan bertepatan dengan 3 Maret 2026, yang secara astronomis merupakan fase purnama dan menjadi waktu terjadinya gerhana bulan total.

Secara ilmiah, gerhana bulan hanya dapat terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, yakni saat Bulan berada pada fase purnama. Kesesuaian antara tanggal 14 Ramadan dan terjadinya gerhana menunjukkan bahwa siklus bulan qamariah berjalan konsisten sesuai perhitungan astronomi.

Thomas Djamaluddin Astronom Indonesia yang sering menjelaskan bahwa fase purnama berada di tengah siklus sinodis Bulan (±29,5 hari), sehingga jatuh sekitar tanggal 14–15 hijriah.menjelaskan bahwa fase purnama memang identik dengan pertengahan bulan hijriah. Oleh karena itu, apabila gerhana bulan total terjadi pada tanggal 14 atau 15, hal tersebut merupakan keniscayaan ilmiah, bukan kebetulan.

Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa penanggalan hijriah berbasis hisab memiliki dasar perhitungan yang presisi. Meski demikian, gerhana bulan bukanlah penentu awal Ramadan, melainkan tanda fase pertengahan bulan.

Selain menjadi peristiwa ilmiah, gerhana bulan juga memiliki dimensi spiritual. Umat Islam dianjurkan melaksanakan salat gerhana dan memperbanyak doa sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt. Dengan demikian, peristiwa langit tersebut tidak hanya dipahami sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai momentum refleksi dan penguatan iman.