Momen Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (kiri) berbuka puasa bersama Presiden Prabowo (Liputan6.com/Kedungademmu.id

Kedungademmu.id
—Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir memenuhi undangan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto buka puasa bersama para tokoh dan pimpinan organisasi Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah dan para ulama dari berbagai organisasi keagamaan besar di Indonesia.

Selain Haedar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar turut hadir. Juga, para pimpinan ormas Islam, sejumlah mubalig, pengasuh pesantren.

Kehadiran para tokoh Islam tersebut menunjukkan kuatnya hubungan komunikasi antara pemerintah dengan kalangan ulama dan organisasi kemasyarakatan keagamaan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat persaudaraan sekaligus membangun dialog yang konstruktif antara negara dan tokoh agama.

Acara buka puasa bersama di Istana tersebut pada dasarnya digelar sebagai forum silaturahmi. Pemerintah ingin memperkuat hubungan dengan tokoh-tokoh agama yang selama ini memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.

Para ulama mulai berdatangan ke kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka memenuhi undangan Presiden untuk berbuka puasa bersama sekaligus bersilaturahmi dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.

Selain menjadi ajang kebersamaan, acara tersebut juga membuka peluang adanya dialog antara ulama dan pemerintah mengenai berbagai persoalan kebangsaan. Para tokoh agama berharap komunikasi seperti ini dapat terus terjalin secara baik di masa mendatang.

Meski mempertemukan Presiden dengan sejumlah pimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia, tidak ada penjelasan rinci mengenai topik pembahasan yang berlangsung dalam pertemuan tersebut.

Presiden Prabowo sendiri hanya membagikan momen kebersamaan tersebut melalui media sosialnya. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa dirinya berbuka puasa bersama pimpinan Muhammadiyah, NU, dan MUI di Istana Merdeka.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat berbuka puasa kepada masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah Ramadan. Namun, Presiden tidak memaparkan secara detail isi pembicaraan yang berlangsung di meja pertemuan bersama para ulama tersebut.

Meski demikian, para tokoh agama yang hadir menilai pertemuan seperti ini sangat penting sebagai sarana memperkuat komunikasi antara ulama dan umara. Hubungan yang baik antara keduanya diyakini dapat membantu menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh agama juga menyinggung perkembangan situasi global, khususnya konflik yang terjadi di Timur Tengah. Meski tidak dibahas secara mendalam dalam pertemuan tersebut, para ulama berharap konflik yang terjadi di kawasan tersebut dapat segera mereda.

Acara buka puasa bersama ini juga memiliki makna simbolis bagi kehidupan kebangsaan di Indonesia. Kehadiran para pemimpin organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah, NU, dan MUI menunjukkan adanya semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan.

Organisasi-organisasi tersebut selama ini dikenal memiliki peran besar dalam kehidupan sosial keagamaan di Indonesia. Mereka juga sering menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program pembangunan dan penguatan moderasi beragama.