Suasana jamaah mengikuti kuliah subuh di Masjid At-Taqwa Sumberrejo yang disampaikan oleh Ustaz Miftahul Farih (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.idMasjid At-Taqwa Sumberrejo Bojonegoro menggelar kegiatan kuliah subuh pada Sabtu, (14/3/2026) Kegiatan yang berlangsung selepas salat Subuh tersebut diikuti oleh jamaah dengan penuh khidmat.

Dalam kesempatan itu, kajian disampaikan oleh Ustaz Miftahul Farih, guru Madrasah Diniyah (Madin) Al Arqom Pekuwon. Ia mengangkat tema tentang tiga jalan agar seorang hamba mendapatkan kecintaan dari Allah Swt., para malaikat, dan juga manusia.

Dalam ceramahnya, ia menyampaikan pesan hikmah yang diriwayatkan dari sahabat Nabi Muhammad saw., Utsman bin Affan r.a. Pesan tersebut menjelaskan tiga amalan yang dapat mengantarkan seseorang meraih kecintaan dari Allah, malaikat, dan sesama manusia.

Pertama, meninggalkan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia agar dicintai oleh Allah Swt. Ia menjelaskan bahwa dunia seharusnya hanya berada di dalam genggaman tangan, bukan tertanam di dalam hati. Jika seseorang terlalu mencintai dunia, maka ketika Allah mengambilnya, ia akan merasa sangat berat untuk melepaskannya. Oleh karena itu, dunia hendaknya dijadikan sebagai sarana untuk berbuat kebaikan dan beribadah kepada Allah, bukan sebagai tujuan utama kehidupan.

Kedua, menjauhi perbuatan maksiat agar dicintai oleh para malaikat. Malaikat merupakan makhluk Allah yang selalu taat dan tidak pernah melakukan maksiat. Ketika manusia mampu menahan diri dari perbuatan dosa serta memanfaatkan akal yang diberikan Allah untuk beribadah dan berbuat kebajikan, maka manusia akan dimuliakan dan dicintai oleh para malaikat.

Ketiga, meninggalkan sifat tamak atau rakus agar dicintai oleh manusia. Sifat tamak membuat seseorang tidak pernah merasa cukup terhadap rezeki yang diberikan Allah. Sebaliknya, orang yang memiliki sifat qanaah akan merasa cukup dengan apa yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Ia tidak akan mengambil hak orang lain secara batil. Sikap tidak tamak juga membuat orang lain merasa aman dan nyaman dalam berinteraksi.

Menurutnya, dalam kehidupan bermasyarakat, salah satu kunci menjaga hubungan yang baik adalah dengan menjauhi sifat tamak serta menumbuhkan sikap qanaah dalam diri.

Melalui kuliah subuh tersebut, jamaah diingatkan bahwa kebahagiaan hidup tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, tetapi dari kedekatan kepada Allah, kebersihan hati dari maksiat, serta sikap qanaah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kuliah subuh ini pun menjadi momentum bagi jamaah untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.