(www.unplash.com)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Bulan Ramadan mengingatkan kita pada satu hal yang sangat mendasar dalam ibadah, yaitu keikhlasan. Ibadah yang banyak belum tentu bernilai jika tidak disertai niat yang lurus. Sebaliknya, amal yang sederhana bisa menjadi sangat besar nilainya jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah.

Puasa adalah ibadah yang sangat erat kaitannya dengan keikhlasan. Berbeda dengan ibadah lain yang tampak secara lahiriah, puasa adalah ibadah yang tersembunyi. Hanya Allah yang benar-benar mengetahui apakah seseorang sungguh-sungguh berpuasa atau tidak. Karena itu, puasa menjadi latihan besar untuk menata niat.

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” Hadis ini menegaskan bahwa niat adalah fondasi seluruh amal.

Hadirin sekalian,

Keikhlasan berarti melakukan sesuatu semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji, dihormati, atau dianggap saleh. Di bulan Ramadan, godaan untuk mencari pengakuan kadang muncul tanpa kita sadari. Misalnya, ingin terlihat paling rajin tadarus, paling banyak sedekah, atau paling aktif dalam kegiatan masjid.

Padahal Allah Swt. berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

 Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya..(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menegaskan bahwa inti ibadah adalah kemurnian niat. Tanpa keikhlasan, amal bisa kehilangan nilainya.

Jamaah yang berbahagia,

Menjaga keikhlasan bukan perkara mudah. Hati manusia mudah berubah. Karena itu, kita perlu terus-menerus memperbaharui niat. Setiap akan beramal, tanyakan pada diri sendiri: untuk siapa ini saya lakukan?

Jika muncul rasa ingin dipuji, segera luruskan niat. Jika muncul keinginan untuk dipandang baik oleh manusia, ingatkan diri bahwa penilaian Allah jauh lebih penting daripada penilaian manusia.

Keikhlasan juga membuat hati lebih tenang. Orang yang ikhlas tidak mudah kecewa ketika tidak dipuji. Ia tidak marah ketika amalnya tidak diperhatikan orang lain. Karena tujuannya bukan manusia, tetapi Allah.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Bulan Ramadan menjadi momentum untuk membersihkan niat dalam setiap ibadah Ramadan kita. Baik dalam salat tarawih, membaca Al-Qur’an, sedekah, maupun kegiatan sosial lainnya.

Mari kita jadikan Ramadan sebagai latihan memurnikan hati. Semoga setiap amal yang kita lakukan benar-benar karena Allah semata, sehingga bernilai besar di sisi-Nya.

Semoga Allah Swt. menerima seluruh ibadah kita, menjaga hati kita dari riya dan sum’ah, serta menjadikan kita hamba-hamba yang tulus dalam beribadah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh