![]() |
| (www.unplash.com) |
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jamaah yang dirahmati Allah,
Memasuki bulan Ramadan, kita diingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan dari perkataan yang tidak baik. Banyak orang mampu menahan makan dan minum, tetapi sulit menahan ucapan.
Padahal Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” Hadis ini menegaskan bahwa menjaga lisan adalah bagian penting dari kesempurnaan puasa.
Allah Swt. berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas yang selalu mencatat.” (QS. Qaf: 18)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan.
Hadirin sekalian,
Lisan adalah anugerah, tetapi juga bisa menjadi sumber masalah. Dengan lisan, seseorang bisa membangun persaudaraan, tetapi juga bisa merusaknya. Satu kata yang tidak terjaga dapat melukai hati orang lain dan menghapus pahala yang telah susah payah dikumpulkan.
Di bulan Ramadan, kita sering berkumpul saat berbuka atau setelah tarawih. Dalam kebersamaan itu, terkadang muncul godaan untuk bergosip, membicarakan keburukan orang lain, atau menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Inilah yang harus kita waspadai.
Menjaga lisan berarti memilih kata-kata yang baik, jujur, dan bermanfaat. Jika tidak mampu berkata baik, maka diam adalah pilihan yang lebih selamat.
Jamaah yang berbahagia,
Menjaga lisan juga berarti menghindari amarah. Saat berpuasa, emosi kadang lebih mudah terpancing karena kondisi fisik yang lemah. Namun justru di situlah letak latihannya. Ketika ada yang memancing emosi, ingatlah bahwa kita sedang berpuasa. Rasulullah Saw mengajarkan untuk mengatakan, “Sesungguhnya saya sedang berpuasa,” sebagai pengingat diri agar tidak terpancing.
Selain itu, mari kita gunakan lisan untuk hal-hal yang mendatangkan pahala: membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, memberi nasihat, dan menyampaikan kebaikan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Bulan Ramadan merupakan momen evaluasi diri. Sudahkah lisan kita terjaga selama Ramadan? Ataukah masih ada ucapan yang menyakiti orang lain?
Mari kita jadikan Ramadan sebagai sekolah pengendalian diri. Jika kita mampu menjaga lisan selama satu bulan penuh, insyaallah kebiasaan baik itu akan terbawa setelah Ramadan.
Semoga Allah Swt. menjaga lisan kita dari perkataan dusta, ghibah, fitnah, dan segala ucapan yang sia-sia. Semoga setiap kata yang keluar dari mulut kita menjadi kebaikan dan membawa keberkahan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

