(www.unplash.com)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Hari ketujuh belas Ramadan sering diingat oleh umat Islam sebagai momentum Nuzulul Qur’an, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Ramadan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga bulan Al-Qur’an.

Allah Swt. berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

 Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Ia tidak hanya dibaca, tetapi harus dipahami dan diamalkan.

Hadirin sekalian,

Sering kali kita sangat akrab dengan Al-Qur’an di bulan Ramadan. Masjid ramai dengan tadarus, rumah-rumah dipenuhi lantunan ayat suci, dan banyak orang berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Qur’an.

Namun pertanyaan pentingnya adalah: apakah kedekatan itu hanya terjadi di bulan Ramadan? Ataukah Al-Qur’an benar-benar menjadi bagian dari kehidupan kita sepanjang tahun?

Al-Qur’an bukan sekadar bacaan ibadah. Ia adalah sumber petunjuk yang membimbing manusia dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan: akhlak, keadilan, keluarga, ekonomi, hingga hubungan sosial.

Jamaah yang berbahagia,

Momentum Nuzulul Qur’an seharusnya mendorong kita untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan kitab suci ini. Tidak cukup hanya membaca, tetapi juga memahami maknanya.

Ketika kita memahami Al-Qur’an, kita akan menemukan banyak nilai yang membentuk karakter seorang Muslim: kejujuran, kesabaran, keadilan, kepedulian terhadap sesama, dan keteguhan dalam menghadapi ujian.

Al-Qur’an juga menjadi sumber ketenangan hati. Banyak orang yang hidup dalam kegelisahan karena jauh dari petunjuk Allah. Padahal solusi kehidupan sudah tersedia dalam Al-Qur’an.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Hari ketujuh belas Ramadan menjadi pengingat bahwa kemuliaan umat Islam sangat terkait dengan kedekatan mereka terhadap Al-Qur’an. Ketika umat Islam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, mereka akan menjadi umat yang kuat dan bermartabat.

Sebaliknya, ketika Al-Qur’an hanya menjadi bacaan tanpa pengamalan, maka nilai-nilai yang seharusnya membimbing kehidupan akan hilang.

Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an. Tidak hanya rajin membaca, tetapi juga berusaha memahami pesan-pesannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai Al-Qur’an, membaca dengan penuh keimanan, memahami dengan hati yang terbuka, dan mengamalkannya dalam kehidupan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh