(www.unplash.com)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Memasuki hari ke-21 Ramadan berarti kita telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci. Pada fase ini, Rasulullah Saw mencontohkan kesungguhan ibadah yang lebih besar. Beliau memperbanyak amal, menghidupkan malam, dan mengajak keluarganya untuk semakin mendekat kepada Allah.

Selain meningkatkan ibadah, Ramadan juga mengajarkan satu nilai penting yang sering terlupakan dalam kehidupan modern, yaitu kesederhanaan hidup. Puasa mengingatkan kita bahwa manusia sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak hal untuk hidup.

Selama berpuasa, kita menahan diri dari makan dan minum sepanjang hari. Hal ini mengajarkan bahwa kebutuhan dasar manusia sebenarnya sangat sederhana. Kita tidak membutuhkan kemewahan berlebihan untuk merasakan nikmat hidup.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

 “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A‘raf: 31)

Ayat ini mengajarkan prinsip keseimbangan dalam kehidupan. Islam tidak melarang manusia menikmati rezeki yang halal, tetapi melarang sikap berlebihan dan pemborosan.

Jamaah sekalian,

Kesederhanaan adalah bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Meskipun beliau adalah pemimpin umat, kehidupan beliau sangat sederhana. Rumahnya tidak megah, makanannya pun sering kali sangat sederhana. Namun dari kesederhanaan itu lahir kekuatan spiritual yang luar biasa.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ

 “Bersikaplah zuhud terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu. Bersikaplah tidak tamak terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia akan mencintaimu.”(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini mengajarkan bahwa sikap tidak berlebihan terhadap dunia akan melahirkan ketenangan hidup. Orang yang hidup sederhana biasanya lebih mudah merasa cukup, lebih mudah bersyukur, dan lebih sedikit mengalami kegelisahan.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Ramadan sebenarnya adalah latihan praktis untuk membangun gaya hidup sederhana. Namun sering kali kita justru melakukan hal yang sebaliknya. Ketika berbuka puasa, kita menyajikan makanan berlebihan. Kita membeli banyak makanan yang akhirnya tidak habis dan terbuang.

Padahal semangat puasa adalah menumbuhkan rasa empati kepada mereka yang kekurangan. Jika kita memahami makna puasa dengan baik, seharusnya Ramadan justru membuat kita lebih peduli kepada sesama, lebih ringan berbagi, dan lebih berhati-hati dalam menggunakan rezeki.

Kesederhanaan juga mengajarkan kita untuk tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup. Dunia hanyalah tempat singgah sementara. Harta, jabatan, dan kemewahan bukanlah ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah.

Yang menjadi ukuran kemuliaan adalah ketakwaan, kejujuran, dan amal saleh yang kita lakukan selama hidup di dunia.

Jamaah yang berbahagia,

Di sepuluh hari terakhir Ramadan ini, marilah kita memperbaiki cara pandang kita terhadap kehidupan. Jangan sampai kita terjebak dalam gaya hidup berlebihan yang justru menjauhkan kita dari nilai-nilai spiritual.

Mari kita biasakan hidup sederhana, bersyukur atas apa yang kita miliki, dan menggunakan rezeki yang Allah berikan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Kesederhanaan bukan berarti hidup dalam kekurangan, tetapi hidup dengan penuh kesadaran bahwa segala sesuatu yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah.

Hadirin sekalian,

Semoga Ramadan yang telah kita jalani ini mampu mendidik kita menjadi pribadi yang lebih bersyukur, lebih sederhana dalam hidup, dan lebih peduli terhadap sesama.

Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh