![]() |
| (www.unplash.com) |
Jamaah yang dirahmati Allah,
Alhamdulillah, kita telah memasuki hari ke-23 Ramadan. Ini berarti kita sedang berada pada malam-malam yang sangat istimewa dalam bulan suci, yaitu sepuluh malam terakhir Ramadan. Pada malam-malam inilah umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, karena di dalamnya terdapat satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.
Allah Swt. menjelaskan kemuliaan malam tersebut dalam Al-Qur’an:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ • وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ • لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 1–3)
Ayat ini menunjukkan betapa besar keutamaan malam tersebut. Ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan, atau lebih dari delapan puluh tahun.
Jamaah sekalian,
Karena begitu besarnya keutamaan malam Lailatul Qadar, Rasulullah Saw memberikan teladan kepada umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di sepuluh malam terakhir Ramadan. Beliau memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berzikir kepada Allah.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Lailatul Qadar dirahasiakan waktunya oleh Allah. Sebagian ulama menyebutkan bahwa malam tersebut kemungkinan besar berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Hikmah dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar adalah agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir, bukan hanya pada satu malam saja.
Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam ini, seperti:
- Melaksanakan salat malam atau qiyamul lail
- Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
- Memperbanyak zikir dan istighfar
- Memperbanyak doa kepada Allah
- Bersedekah dan melakukan amal kebaikan lainnya
Jamaah yang berbahagia,
Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca ketika mencari Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah Saw kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ketika Aisyah bertanya tentang doa yang sebaiknya dibaca pada malam Lailatul Qadar, Rasulullah Saw bersabda:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. at-Tirmidzi)
Doa ini mengandung makna yang sangat dalam. Ia mengajarkan kita untuk memohon ampunan kepada Allah, karena pada hakikatnya setiap manusia memiliki banyak kesalahan dan kekurangan.
Hadirin sekalian,
Kesempatan bertemu dengan Lailatul Qadar adalah nikmat besar dari Allah. Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk meraih malam yang penuh keberkahan ini.
Karena itu, jangan sampai kita melewati malam-malam terakhir Ramadan dengan kelalaian. Jangan sampai waktu kita habis hanya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, sementara peluang untuk mendapatkan pahala yang sangat besar justru terlewatkan.
Mari kita manfaatkan sisa Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Perbanyak ibadah, perbanyak doa, dan perbanyak istighfar kepada Allah.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Semoga Allah Swt. memberikan kepada kita kekuatan untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan, memperbanyak amal saleh, serta mempertemukan kita dengan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

