(www.unplash.com)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Tidak terasa Ramadan telah memasuki hari ke-24. Artinya, kita sedang berada pada penghujung bulan suci yang penuh berkah ini. Hari-hari yang tersisa semakin sedikit, sementara kesempatan untuk memperbanyak amal semakin berharga.

Pada fase akhir Ramadan ini, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak istighfar, yaitu memohon ampun kepada Allah Swt. Istighfar bukan hanya ucapan di lisan, tetapi juga kesadaran dalam hati bahwa manusia penuh dengan kekurangan dan membutuhkan rahmat serta ampunan Allah.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا

 “Barang siapa melakukan kejahatan atau menzalimi dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110)

Ayat ini memberikan harapan besar bagi setiap manusia. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni oleh Allah selama seseorang mau kembali kepada-Nya dengan tulus.

Jamaah sekalian,

Istighfar adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Bahkan Rasulullah Saw yang telah dijamin ampunan dosanya tetap memperbanyak istighfar dalam kehidupannya.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

 “Demi Allah, sungguh aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.”(HR. al-Bukhari)

Jika Nabi yang maksum saja memperbanyak istighfar setiap hari, apalagi kita yang penuh dengan kesalahan dan kelalaian.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Mengapa istighfar sangat penting terutama di akhir Ramadan?

Pertama, karena kita tidak pernah tahu apakah ibadah yang telah kita lakukan selama Ramadan benar-benar diterima oleh Allah. Bisa jadi ibadah kita masih banyak kekurangan: kurang khusyuk, kurang ikhlas, atau kurang maksimal.

Karena itu, istighfar menjadi cara kita memohon kepada Allah agar menutupi kekurangan dalam ibadah kita.

Kedua, istighfar membersihkan hati dari dosa-dosa yang dapat menghalangi turunnya rahmat Allah. Hati yang bersih akan lebih mudah merasakan kedekatan dengan Allah dan lebih mudah menerima petunjuk-Nya.

Ketiga, istighfar membuka pintu keberkahan dalam kehidupan. Banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa istighfar dapat mendatangkan rezeki, ketenangan, dan keberkahan hidup.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا • يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا • وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ

 “Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit untukmu, memperbanyak harta dan anak-anakmu.” (QS. Nuh: 10–12)

Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan dunia.

Jamaah yang berbahagia,

Di sisa hari Ramadan ini, marilah kita memperbanyak istighfar. Jadikan lisan kita basah dengan ucapan:

Astaghfirullahal ‘azhim

Istighfar bisa kita lakukan kapan saja: setelah salat, ketika berjalan, ketika menunggu, bahkan ketika sedang bekerja. Amalan ini sederhana, tetapi memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.

Hadirin sekalian,

Semoga dengan memperbanyak istighfar, Allah Swt. mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita selama Ramadan, dan memberikan kepada kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan di masa yang akan datang.

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang mendapatkan rahmat, ampunan, dan keberkahan dari-Nya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh