(www.unplash.com)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Hari ini kita telah berada pada hari ke-25 Ramadan. Artinya, bulan suci yang penuh keberkahan ini semakin mendekati penghujungnya. Dalam beberapa hari lagi, kita akan berpisah dengan Ramadan. Karena itu, salah satu hal penting yang perlu kita renungkan adalah bagaimana menjaga konsistensi amal atau istiqamah setelah Ramadan berakhir.

Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual. Selama sebulan penuh kita dilatih untuk memperbanyak ibadah: salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, menahan diri dari perbuatan buruk, serta memperbanyak zikir dan doa. Semua itu adalah latihan agar kita menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah.

Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah semangat ibadah itu akan tetap kita jaga setelah Ramadan?

Jamaah sekalian,

Dalam Islam, amal yang paling dicintai oleh Allah bukanlah amal yang besar tetapi hanya dilakukan sesekali. Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit.

Rasulullah Saw bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

 “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa istiqamah adalah kunci keberhasilan dalam beribadah.

Sering kali seseorang sangat semangat beribadah di awal, tetapi kemudian semangat itu berkurang seiring waktu. Islam mengajarkan agar kita menjaga keseimbangan dan konsistensi dalam beramal.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Istiqamah berarti tetap berada di jalan yang benar secara terus-menerus. Istiqamah tidak hanya berlaku dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.

Jika selama Ramadan kita menjaga lisan dari kata-kata yang buruk, maka setelah Ramadan kita juga harus terus menjaga lisan kita.

Jika selama Ramadan kita rajin membaca Al-Qur’an, maka kebiasaan itu seharusnya tetap kita lanjutkan meskipun Ramadan telah berlalu.

Jika selama Ramadan kita mudah bersedekah dan membantu orang lain, maka semangat berbagi itu juga harus tetap hidup dalam kehidupan kita.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Ahqaf: 13)

Ayat ini menunjukkan bahwa istiqamah adalah salah satu tanda keimanan yang kuat.

Jamaah yang berbahagia,

Menjaga istiqamah memang tidak mudah. Manusia sering kali mengalami naik turun dalam semangat beribadah. Karena itu, kita perlu beberapa langkah agar tetap istiqamah.

Pertama, memperbaiki niat dalam setiap amal yang kita lakukan. Ketika niat kita benar karena Allah, maka kita akan lebih mudah menjaga konsistensi.

Kedua, memulai dari amal yang sederhana tetapi rutin. Misalnya membaca Al-Qur’an beberapa ayat setiap hari, melaksanakan salat sunnah, atau bersedekah secara rutin.

Ketiga, berada di lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik akan membantu kita menjaga semangat dalam beribadah.

Keempat, memperbanyak doa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk tetap istiqamah di jalan-Nya.

Hadirin sekalian,

Ramadan akan segera berakhir, tetapi semangat Ramadan tidak boleh ikut berakhir. Justru Ramadan seharusnya menjadi titik awal perubahan dalam hidup kita.

Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum untuk membangun kebiasaan baik yang terus kita jaga sepanjang tahun.

Semoga Allah Swt. memberikan kepada kita kekuatan untuk tetap istiqamah dalam beribadah, menerima amal kita selama Ramadan, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh