![]() |
| (www.unplash.com) |
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jamaah yang dirahmati Allah,
Alhamdulillah, kita telah sampai pada penghujung bulan Ramadan, hari terakhir dari bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Dalam waktu yang sangat dekat kita akan memasuki hari raya Idulfitri, hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Ramadan adalah madrasah ruhani yang mendidik kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selama sebulan penuh kita dilatih untuk menahan diri, memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama.
Kini Ramadan akan segera meninggalkan kita. Pertanyaannya adalah: apa yang telah kita bawa dari Ramadan?
Apakah kita keluar dari Ramadan sebagai pribadi yang lebih sabar, lebih jujur, lebih disiplin, dan lebih dekat kepada Allah? Ataukah Ramadan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan perubahan yang berarti dalam hidup kita?
Jamaah sekalian,
Salah satu tujuan besar dari ibadah puasa adalah menjadikan manusia sebagai pribadi yang bertakwa. Allah Swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Takwa berarti kesadaran yang kuat untuk selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Jika Ramadan berhasil membentuk ketakwaan dalam diri kita, maka itulah kemenangan yang sebenarnya.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Hari raya Idulfitri sering disebut sebagai hari kembali kepada fitrah. Fitrah berarti kesucian, yaitu keadaan manusia yang bersih dari dosa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini memberikan kabar gembira bahwa Ramadan adalah kesempatan besar bagi manusia untuk mendapatkan ampunan dari Allah.
Namun, kembali kepada fitrah bukan hanya berarti mendapatkan ampunan dosa. Kembali kepada fitrah juga berarti kembali kepada kehidupan yang bersih, jujur, dan penuh dengan kebaikan.
Jamaah yang berbahagia,
Agar semangat Ramadan tidak hilang setelah bulan suci ini berakhir, ada beberapa hal yang perlu kita jaga dalam kehidupan kita.
Pertama, menjaga salat lima waktu dengan baik dan tepat waktu.
Kedua, membiasakan membaca Al-Qur’an meskipun hanya beberapa ayat setiap hari.
Ketiga, menjaga akhlak yang baik, seperti jujur, sabar, dan menghormati orang lain.
Keempat, memperbanyak sedekah dan membantu sesama.
Kelima, memperbanyak doa dan istighfar kepada Allah.
Jika kebiasaan-kebiasaan baik ini terus kita jaga, maka semangat Ramadan akan tetap hidup dalam kehidupan kita sepanjang tahun.
Hadirin sekalian,
Kita tidak pernah tahu apakah tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan. Karena itu, marilah kita memanfaatkan hari-hari terakhir ini dengan memperbanyak doa, istighfar, dan amal kebaikan.
Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah kita selama Ramadan, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah.
Semoga kita juga diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan di tahun yang akan datang dalam keadaan yang lebih baik.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

