Suasana salat Idulfitri di lapangan terbuka (Tribunnews.com)

Kedungademmu.id
Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro mengeluarkan maklumat terkait waktu pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang akan dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret 2026. Dalam maklumat tersebut ditegaskan bahwa salat Idulfitri 1447 Hijriah dimulai pada pukul 06.10 WIB agar pelaksanaannya dapat berlangsung serempak di berbagai lokasi di Bojonegoro.

Maklumat tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan data astronomi mengenai waktu terbit matahari pada tanggal tersebut serta merujuk pada penjelasan para ulama dalam literatur fikih klasik. Berdasarkan data yang dihimpun, matahari pada 20 Maret 2026 diperkirakan terbit pada pukul 05.32 WIB.

Sementara itu, dalam kitab Fiqh as-Sunnah (فقه السنة) dijelaskan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri dianjurkan dilakukan setelah matahari terbit dan telah naik sekitar dua tombak dari ufuk timur. Dalam perhitungan waktu modern, posisi matahari tersebut biasanya dicapai sekitar 35 hingga 40 menit setelah matahari terbit.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, waktu pelaksanaan salat Idulfitri diperkirakan berada dalam rentang pukul 06.07 hingga 06.12 WIB. Rentang waktu ini dianggap telah memenuhi kriteria syar’i mengenai naiknya matahari dari ufuk, sekaligus memberikan kesempatan bagi jamaah untuk mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan ibadah.

Agar pelaksanaan salat Idulfitri dapat dilakukan secara serempak di berbagai tempat, Majelis Tabligh PDM Bojonegoro kemudian menetapkan waktu yang disepakati bersama. Dalam maklumat yang disampaikan kepada masyarakat dan seluruh jajaran Muhammadiyah di Bojonegoro, salat Idulfitri 1447 Hijriah diputuskan dimulai pada pukul 06.10 WIB.

Penetapan waktu ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi panitia pelaksana salat Idulfitri di Muhammadiyah se-Bojonegoro, sehingga kegiatan ibadah dapat berjalan tertib, khusyuk, dan seragam.

Salat Idulfitri merupakan salah satu syiar penting dalam Islam yang dilaksanakan oleh umat Muslim setelah menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Ibadah ini menjadi momentum spiritual yang sarat dengan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penguatan ukhuwah di tengah masyarakat.

Dalam pandangan Muhammadiyah, pelaksanaan salat Idulfitri dilakukan di lapangan terbuka atau tempat yang luas agar dapat menampung jamaah dalam jumlah besar. Selain itu, pelaksanaan di ruang terbuka juga mengikuti praktik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. yang menunaikan salat Id di tanah lapang bersama para sahabat.

Oleh karena itu, panitia pelaksana di berbagai tempat diimbau untuk mempersiapkan segala kebutuhan teknis sejak dini, termasuk pengaturan lokasi, pengeras suara, pengaturan saf, serta kenyamanan jamaah. Persiapan tersebut penting agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan tertib dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jamaah.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan datang lebih awal ke lokasi pelaksanaan salat Idulfitri. Kedatangan lebih awal tidak hanya membantu menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan kesempatan bagi jamaah untuk memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bagian dari syiar hari raya.

Momentum Idulfitri sendiri merupakan saat yang sangat istimewa bagi umat Islam. Setelah menjalani proses spiritual selama Ramadan—yang diisi dengan ibadah puasa, salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berbagai amal kebajikan lainnya—hari raya menjadi puncak kegembiraan sekaligus wujud rasa syukur kepada Allah Swt.

Di hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir sejak malam hari raya hingga pelaksanaan salat Id. Takbir ini merupakan ungkapan pengagungan kepada Allah atas segala nikmat dan kesempatan yang telah diberikan kepada hamba-Nya untuk menyempurnakan ibadah di bulan Ramadan.

Selain pelaksanaan salat Idulfitri, umat Islam juga diingatkan tentang pentingnya menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Id. Zakat fitrah memiliki fungsi sosial yang sangat penting, yakni membantu kaum fakir dan mereka yang membutuhkan agar dapat turut merasakan kebahagiaan di hari raya.

Majelis Tabligh PDM Bojonegoro dalam maklumatnya juga menyampaikan harapan agar seluruh amal ibadah umat Islam selama Ramadan diterima oleh Allah Swt. serta menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.