Kegiatan diawali dengan iftar Ramadan yang diikuti para kader dari berbagai Ortom Muhammadiyah di Kabupaten Bojonegoro. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai pertemuan tersebut. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat ukhuwah antar kader persyarikatan.
Setelah berbuka puasa, agenda dilanjutkan dengan forum konsolidasi yang membahas berbagai dinamika organisasi Muhammadiyah di Bojonegoro. Dalam forum ini, perwakilan dari masing-masing Ortom menyampaikan pandangan terkait tantangan yang dihadapi organisasi, sekaligus melakukan evaluasi terhadap sejumlah program yang telah dijalankan.
Diskusi juga menyoroti pentingnya merumuskan grand desain kemandirian Organisasi Otonom sebagai langkah strategis dalam memperkuat keberlanjutan gerakan Muhammadiyah. Kemandirian organisasi dinilai perlu dibangun melalui penguatan kaderisasi, pengelolaan program yang berkelanjutan, serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing Ortom.
Selain itu, forum tersebut turut menegaskan peran strategis Angkatan Muda Muhammadiyah dalam menggerakkan dakwah, pendidikan, serta kegiatan sosial di tengah masyarakat. Sinergi antar Ortom diharapkan dapat memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam menjawab berbagai persoalan umat dan kebangsaan.
Melalui konsolidasi ini, MPKSDI berharap semangat perjuangan kader semakin tumbuh dan terarah. Dengan penguatan kader serta kemandirian organisasi, Muhammadiyah di Bojonegoro diharapkan mampu terus berkembang serta menebarkan kemaslahatan bagi umat dan masyarakat luas.

