Dr. Bambang Utomo, M.M. Ketua PCM Kedungadem (Istimewa/kedungademmu.id)

Oleh: Dr. Bambang Utomo, M.M.; Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kedungadem

Kedungademmu.id— Sejak berdiri pada 18 November 1912 atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1330 H di Kampung Kauman, Yogyakarta, oleh KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah telah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan Islam yang progresif sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman. Organisasi ini lahir dengan misi utama memurnikan ajaran Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunah, sekaligus mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya melalui dakwah, pendidikan, serta berbagai amal usaha.

Dalam perjalanannya, Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada dakwah keagamaan semata. Organisasi ini juga aktif mengembangkan berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat tajdid atau pembaruan, Muhammadiyah berupaya menghadirkan Islam sebagai ajaran yang mencerahkan serta relevan dengan kebutuhan umat manusia di setiap masa.

Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah membawa gagasan pembaruan dalam kehidupan umat Islam. Pada masa itu, sebagian masyarakat masih terjebak dalam praktik keagamaan yang bercampur dengan takhayul, bidah, dan khurafat. Melalui dakwah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunah, Muhammadiyah mengajak umat untuk kembali kepada ajaran Islam yang murni.

Landasan dakwah Muhammadiyah sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Surah An-Nahl ayat 125:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl: 125)

Melalui pendekatan dakwah yang rasional dan argumentatif, KH Ahmad Dahlan mengajak umat Islam untuk memahami ajaran agama secara lebih mendalam sekaligus terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Semangat inilah yang kemudian menjadi ciri khas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan.

Salah satu bukti sifat progresif Muhammadiyah terlihat dari perhatian besarnya terhadap dunia pendidikan. Muhammadiyah memandang pendidikan sebagai sarana utama untuk mencerdaskan umat sekaligus membangun peradaban. Karena itu, sejak masa awal berdirinya, Muhammadiyah mendirikan sekolah-sekolah modern yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum.

Hingga kini, jaringan pendidikan Muhammadiyah berkembang sangat luas, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menunjukkan kemampuan Muhammadiyah dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Selain di bidang pendidikan, Muhammadiyah juga dikenal aktif dalam pelayanan sosial dan kesehatan. Melalui rumah sakit, panti asuhan, serta berbagai lembaga sosial lainnya, Muhammadiyah menghadirkan nilai-nilai Islam dalam bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi umat.

Dalam menghadapi perubahan zaman, Muhammadiyah juga menunjukkan sikap adaptif terhadap berbagai tantangan modernitas. Perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan sosial tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk memperluas dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.

Muhammadiyah pun memanfaatkan media digital, pengembangan riset, serta berbagai inovasi sosial untuk menjawab kebutuhan umat di era modern. Sikap progresif dan adaptif ini juga tercermin dalam komitmen Muhammadiyah terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta kemajuan peradaban.

Dengan sejarah panjang pengabdian kepada umat dan bangsa, Muhammadiyah telah membuktikan dirinya sebagai organisasi Islam yang mampu berjalan seiring dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Semangat tajdid, pelayanan sosial, serta komitmen terhadap kemajuan ilmu pengetahuan menjadikan Muhammadiyah tetap relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat hingga saat ini.

Pada akhirnya, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan juga gerakan peradaban yang berupaya menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Sebagai organisasi yang progresif dan adaptif, Muhammadiyah akan terus melangkah bersama zaman, memberikan pencerahan, serta berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan.