![]() |
| Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam rilis resmi Surat Pernyataan Nomor 16/PER/I.0/B/2026 tentang sikap terhadap konflik di kawasan Timur Tengah. |
Dalam sikap resminya, Muhammadiyah menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta korban lain akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Republik Islam Iran. Belasungkawa juga ditujukan kepada para korban serangan balasan yang terjadi di sejumlah negara Arab.
Muhammadiyah mengecam keras tindakan militer tersebut dan menilainya sebagai pelanggaran hak asasi manusia, hukum internasional, serta pengabaian terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi ini menilai bahwa kekerasan hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil dan memperluas instabilitas kawasan.
Lebih lanjut, Muhammadiyah mendesak PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan kekerasan, termasuk tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina. Upaya diplomasi dan dialog antarnegara dinilai sebagai jalan yang lebih bermartabat dan berkeadaban dalam menyelesaikan konflik.
Muhammadiyah juga mengimbau seluruh negara, lembaga internasional, tokoh agama, serta elemen masyarakat dunia untuk bersama-sama mewujudkan perdamaian dan keadilan global. Sikap ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam membela nilai kemanusiaan, menjunjung tinggi hukum internasional, serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur dialog dan diplomasi.

