Maklumat ini didasarkan pada hasil hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dengan menggunakan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan pada 2024.
Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC. Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak, terdapat wilayah di muka bumi yang telah memenuhi Parameter Kalender Global, yakni tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi bulan minimal 8 derajat.
Dengan terpenuhinya parameter tersebut, maka awal Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Artinya, pada hari tersebut umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, akan merayakan Hari Raya Idulfitri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.
Selain menetapkan awal Syawal, PP Muhammadiyah juga menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Adapun Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, dan Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah 1447 H) ditetapkan pada Rabu, 27 Mei 2026.
Maklumat ini disampaikan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah dan mempersiapkan perayaan hari-hari besar Islam sesuai dengan hasil hisab yang telah ditetapkan.

