![]() |
| Peserta Baitul Arqom guru dan karyawan amal usaha Muhammadiyah Sugihwaras mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias (Istimewa/kedungademmu.id) |
Kegiatan tersebut diikuti para guru dan karyawan dari berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah di Sugihwaras. Selain menjadi sarana penguatan ideologi organisasi, Baitul Arqom juga bertujuan meningkatkan kualitas spiritual, integritas, serta komitmen para peserta dalam menjalankan peran sebagai pendidik sekaligus penggerak dakwah.
Ketua PCM Sugihwaras, Fatkurrohman, dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan bagian penting dari proses kaderisasi dan penguatan pemahaman manhaj Muhammadiyah bagi seluruh tenaga pendidik dan karyawan di lingkungan persyarikatan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para guru dan karyawan tidak hanya memahami nilai-nilai Muhammadiyah secara teoritis, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PCM Sugihwaras, Moh. Subhan, Ia menilai kegiatan Baitul Arqom menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas serta karakter pendidik Muhammadiyah agar tetap berpegang pada manhaj tarjih dalam menjalankan aktivitas pendidikan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kajian iftitah yang disampaikan oleh M. Rondi, Dalam materinya, ia mengajak para peserta untuk melakukan introspeksi diri agar menjadi mukmin yang kayyis, yakni pribadi yang cerdas, bijak, serta mampu mempersiapkan diri untuk kehidupan dunia sekaligus akhirat.
Menurutnya, seorang mukmin yang kayyis adalah mereka yang senantiasa mengevaluasi diri, memperbaiki amal, serta menjadikan setiap aktivitas sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Swt.
“Kita perlu terus melakukan muhasabah agar menjadi pribadi yang beruntung, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat,” tuturnya di hadapan peserta.
Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi program Lazismu yang disampaikan oleh Jalaludin Arwani, Ia menjelaskan peran strategis Lazismu sebagai lembaga filantropi Muhammadiyah dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan umat.
Melalui sosialisasi tersebut, para peserta diajak untuk semakin aktif mendukung gerakan filantropi Muhammadiyah sebagai bagian dari dakwah sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pada sesi berikutnya, materi disampaikan oleh Ustaz Jamali, yang membahas tentang thaharah atau bersuci dalam perspektif Islam serta tuntunan Muhammadiyah. Materi disampaikan secara aplikatif sehingga mudah dipahami dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta terlihat mengikuti kegiatan dengan antusias. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan tingginya semangat belajar sekaligus komitmen peserta dalam memperdalam pemahaman keislaman.
Melalui kegiatan ini, PCM Sugihwaras berharap semangat bermuhammadiyah di kalangan guru dan karyawan semakin kuat, sekaligus mempererat kebersamaan dalam mengemban misi dakwah dan pendidikan di lingkungan amal usaha Muhammadiyah.

