Penyerahan santunan kepada anak yatim oleh pimpinan RSA Bojonegoro dalam acara buka puasa bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah (Istimewa/kedungademmu.id)

Kedungademmu.idRumah Sakit ‘Aisyiyah (RSA) Bojonegoro menutup rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar buka puasa bersama serta santunan bagi anak yatim pada Sabtu, (14/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi penutup dari berbagai program Ramadan yang telah dilaksanakan sepanjang bulan suci.

Selama Ramadan, keluarga besar RSA Bojonegoro aktif menyelenggarakan beragam kegiatan sosial dan keagamaan sebagai bentuk penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain tebar takjil kurma di masjid-masjid Muhammadiyah di Kabupaten Bojonegoro, pemberian kado Ramadan bagi marbot masjid dan musala, serta pembagian takjil kepada pasien dan pengunjung di Instalasi Rawat Jalan.

Tak hanya itu, kegiatan iftor bersama juga rutin digelar di Masjid Al-Amien RSA Bojonegoro. Rangkaian kegiatan tersebut semakin semarak dengan kultum ba’da zuhur yang disampaikan secara bergiliran selama bulan Ramadan, sehingga mampu menambah suasana religius di lingkungan rumah sakit.

Untuk memperkuat pemahaman keislaman dan nilai organisasi, RSA Bojonegoro juga menyelenggarakan kajian Ramadan yang menghadirkan Ustaz Lukman Hakim,  Kajian tersebut diikuti oleh para karyawan sebagai upaya meningkatkan wawasan keislaman sekaligus menanamkan nilai spiritual dalam pelayanan kesehatan.

Direktur RSA Bojonegoro, Dokter Tomy, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan tahun ini memiliki makna yang istimewa bagi keluarga besar RSA Bojonegoro. Hal itu karena rumah sakit tengah bersiap menghadapi akreditasi rumah sakit siklus empat tahunan dalam waktu dekat.

Tahun ini yang membedakan dari tahun sebelumnya adalah RSA Bojonegoro akan menghadapi akreditasi siklus empat tahunan. Karena itu seluruh karyawan harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman karyawan terhadap nilai organisasi dan mutu pelayanan, RSA Bojonegoro juga menggelar kegiatan cerdas cermat karyawan bertema Spirit Ramadan Mubarak. Materi yang diangkat dalam kegiatan tersebut meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta pemahaman mengenai standar akreditasi rumah sakit.

Menurut dokter Tomy, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan karyawan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kesiapan menghadapi proses akreditasi. Dalam kesempatan itu juga diluncurkan yel-yel kesiapan akreditasi sebagai simbol komitmen bersama seluruh karyawan dalam menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Di bidang filantropi, RSA Bojonegoro juga terus mengoptimalkan pengelolaan zakat melalui LAZIS KL RS ‘Aisyiyah Bojonegoro. Dana zakat tersebut berasal dari zakat profesi karyawan sebesar 2,5 persen. Selain itu, RSA Bojonegoro juga telah menunaikan zakat badan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro sebesar Rp330 juta. Secara keseluruhan, total dana zakat yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp1,022 miliar.

Acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini dihadiri oleh unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, pimpinan dan manajemen rumah sakit, karyawan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam tausiyahnya, Ketua PDM Bojonegoro, Ustaz Suwito, mengingatkan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan yang seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan kepedulian sosial.

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Berkah itu berarti bertambahnya kebaikan dalam kehidupan kita,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan Ramadan tersebut, RSA Bojonegoro berharap dapat terus menumbuhkan budaya spiritualitas, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan rumah sakit. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter pelayanan yang tidak hanya mengedepankan profesionalitas medis, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.