![]() |
| Kader PK IMM FKM UMJ berfoto bersama usai pelaksanaan kegiatan IMM Reading Club di kawasan Setu Babakan, Jakarta (Khalisya/kedungademmu.id) |
Mengusung tema “Reading Revolution: Kritis, Kreatif, Progresif”, kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Lisa Artika Sari dan diikuti oleh kader PK IMM FKM UMJ periode 2025–2026. Program ini diinisiasi oleh Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada membaca, tetapi juga pada pengolahan gagasan secara reflektif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi silent reading yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk membaca secara mendalam. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing insight, di mana peserta saling bertukar pandangan, perspektif, serta refleksi atas bacaan yang telah dipelajari.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, terutama saat sesi diskusi yang menghadirkan beragam sudut pandang. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang membaca, tetapi juga wadah pengembangan intelektual kader.
Ketua Umum PK IMM FKM UMJ, Slamet Boytete Sairun, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun tradisi intelektual yang berkelanjutan di lingkungan kader.
“IMM Reading Club hadir sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan kader. Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Lisa Artika Sari berharap kegiatan ini mampu mendorong kader untuk lebih aktif dalam membaca dan berdiskusi secara kritis.
“Kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya membaca, tetapi juga mampu melihat isu dari berbagai sudut pandang serta melahirkan gagasan yang kreatif. Kami berharap peserta berani menyampaikan pendapat dan terbuka terhadap perbedaan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PK IMM FKM UMJ berharap budaya literasi dapat terus berkembang sebagai bagian dari tradisi intelektual kader. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi kader yang kritis, kreatif, dan progresif dalam merespons berbagai isu keilmuan maupun sosial.

